fokus6.net, KABUPATEN BANJAR – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kabupaten Banjar mulai berdampak pada kesehatan masyarakat. RSUD Ratu Zalecha Martapura mencatat sekitar 30 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dalam sepekan terakhir.

Tim Surveilans RSUD Ratu Zalecha terus memantau perkembangan kasus ISPA yang diduga berkaitan dengan menurunnya kualitas udara selama musim kemarau.

Berdasarkan pemantauan rumah sakit, mayoritas pasien yang menjalani pemeriksaan merupakan balita. Sebagian besar juga datang dengan penyakit penyerta sehingga memerlukan penanganan lebih lanjut.

Nanda Rosalina, Tim Surveilans RSUD Ratu Zalecha Martapura, mengatakan peningkatan kasus ISPA menjadi perhatian. Sebab kabut asap masih terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Banjar.

“Dalam sepekan terakhir kami mencatat sekitar 30 kasus ISPA. Mayoritas pasien merupakan balita dan umumnya memiliki penyakit penyerta,” ujar Nanda Rosalina.

Rumah sakit mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap. Terutama kelompok rentan seperti balita, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.

Sementara itu, Wakil Direktur Pelayanan RSUD Ratu Zalecha, Agus Dwi Karyanto, mengingatkan masyarakat agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, memperbanyak konsumsi air putih, serta menjaga kebersihan diri untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.

“Masyarakat sebaiknya menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, memperbanyak minum air putih, dan segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan gangguan pernapasan,” kata Agus Dwi Karyanto.

RSUD Ratu Zalecha memastikan tim surveilans akan terus memantau perkembangan kasus ISPA selama kabut asap akibat karhutla masih terjadi di Kabupaten Banjar.

Penulis/Reporter: Sairi

Baca juga  Jendela Seribu Sungai Angkat Kisah Banjarmasin Puncaki Kategori Film Anak di Netflix