fokus6.net, JAKARTA – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur berhasil mengidentifikasi lima korban meninggal dalam kebakaran KMP Mutiara Sentosa II. Seluruh jenazah sebelumnya menjalani proses identifikasi di RS Bhayangkara Surabaya.

Kabid Dokkes Polda Jawa Timur, Kombes Wahono Edhi, memastikan tim telah mengenali seluruh identitas korban.

“Alhamdulillah seluruhnya sudah teridentifikasi,” ujar Wahono, Senin (3/8/2026).

Lima korban yang teridentifikasi terdiri atas empat laki-laki dan satu perempuan.

Korban pertama bernama Sri Indratmo Wijaya (47), warga Pucakwangi, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Tim DVI memastikan identitasnya melalui sidik jari, data gigi, rekam medis, serta barang milik korban.

Selanjutnya, tim mengidentifikasi Siti Fatimah (57), warga Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Proses identifikasi menggunakan sidik jari, data gigi, rekam medis, visual, serta barang pribadi.

Korban ketiga bernama Sari Sukoco (39), warga Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Tim mencocokkan identitas melalui sidik jari, data gigi, rekam medis, visual, dan barang milik korban.

Selain itu, tim juga mengenali Rino Eka Putra (48), warga Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Tim menggunakan sidik jari, rekam medis, dan data visual untuk memastikan identitasnya.

DVI Polda Jatim Identifikasi Lewat Sidik Jari

Korban terakhir bernama Yedi Hendrawan (63), warga Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Tim memastikan identitasnya melalui sidik jari, data gigi, rekam medis, dan visual.

Sebelumnya, KMP Mutiara Sentosa II terbakar saat berlayar dari Surabaya menuju Makassar pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Kebakaran terjadi di perairan utara Sumenep, Madura.

Berdasarkan data Basarnas hingga pukul 18.00 WIB, tim SAR berhasil mengevakuasi 232 orang. Sebanyak 227 penumpang selamat, sedangkan lima lainnya meninggal dunia.

Baca juga  Beruk Terkurung di Toilet Kantor Diskuperindag HSU

Namun, Basarnas masih mendata status seluruh korban. Petugas masih memastikan apakah seluruh korban merupakan penumpang atau juga termasuk awak kapal.

Selain itu, video kebakaran kapal beredar luas di media sosial. Rekaman tersebut memperlihatkan kobaran api dan kepulan asap hitam membumbung dari kapal. Sementara itu, para penumpang tampak mengenakan pelampung saat menunggu pertolongan.

Tim SAR kemudian mengerahkan operasi penyelamatan bersama sejumlah kapal. TB Hasnur 26 mulai mengevakuasi penumpang sekitar pukul 09.59 WIB. Selanjutnya, Pos SAR Sumenep mengirim Rigid Inflatable Boat (RIB) 01 menuju lokasi.

Sekitar pukul 10.20 WIB, beberapa penumpang memilih melompat ke laut untuk menyelamatkan diri. Setelah itu, TB Hasnur 26 dan Kapal British Mentor mengangkat mereka dari laut.

Sembilan Kapal Ikut Bantu Evakuasi

Kepala Seksi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, mengatakan sekitar sembilan kapal ikut membantu proses evakuasi. Di antaranya KN SAR 249 Permadi, kapal SAR Surabaya, Pos SAR Sumenep, Syahbandar Surabaya, VTS Surabaya, SROP Kalianget, KSOP Kalianget, KM Meratus Project 3, serta TB Hasnur 26.

Saat ini, seluruh korban selamat masih menuju Surabaya menggunakan beberapa kapal. Selain itu, tim juga membawa lima jenazah ke Surabaya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Sumenep menyiagakan 20 ambulans di Pelabuhan Kalianget. Langkah tersebut bertujuan mempercepat penanganan medis apabila kapal sandar di wilayah tersebut.

Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan, aparat keamanan, serta tim SAR agar proses evakuasi berjalan lancar.

KM Meratus Pematang Siantar mengevakuasi korban terbanyak. Kapal itu membawa 111 orang yang terdiri atas 109 korban selamat dan dua korban meninggal dunia.

Selain itu, TB Hasnur 26 mengevakuasi 66 orang, terdiri atas 65 korban selamat dan satu korban meninggal. Kemudian, Transco Arafura membawa 17 korban selamat.

Baca juga  Banjir Rendam Sungai Lulut Dalam, Kakek 70 Tahun Dievakuasi ke Rumah Sakit di Tengah Hujan Deras

KM Meratus Project 3 mengevakuasi 14 orang yang terdiri atas 13 korban selamat dan satu korban meninggal. Sementara itu, Prakarsa Mas, SC Aila XVII, dan Selaras Mas masing-masing membawa tujuh korban selamat.

British Mentor mengevakuasi dua korban selamat. Adapun Alcon Daniel membawa satu korban meninggal dunia.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net