fokus6.net, BANJARMASIN – Ekspor belut hidup asal Kalimantan Selatan ke Tiongkok terus menunjukkan tren positif sepanjang Januari hingga Juli 2026. Dibukanya jalur penerbangan kargo langsung dari Banjarmasin menjadi salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan volume maupun nilai ekspor.

Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kalimantan Selatan mencatat sebanyak 72 kali pengiriman belut hidup ke Tiongkok selama tujuh bulan pertama tahun ini.

Total ekspor mencapai sekitar 1,4 juta ekor atau sekitar 205 ton, dengan nilai mencapai lebih dari Rp10,14 miliar.

Ketua Tim Kerja Karantina Ikan BKHIT Kalimantan Selatan, Irwan Fakhriza, mengatakan penerbangan kargo langsung rute Banjarmasin–Tiongkok membuat proses distribusi menjadi jauh lebih efisien.

“Dengan adanya penerbangan kargo langsung, waktu distribusi menjadi lebih singkat. Sehingga kualitas belut hidup dapat tetap terjaga hingga tiba di negara tujuan,” ujar Irwan Fakhriza.

Menurutnya, sebelum tersedia jalur penerbangan langsung, seluruh belut hidup dari Kalimantan Selatan harus terlebih dahulu ke Jakarta atau Surabaya sebelum terbang ke Tiongkok. Kondisi tersebut membuat rantai distribusi lebih panjang dan meningkatkan risiko terhadap kualitas komoditas.

Irwan menambahkan, efisiensi logistik melalui penerbangan langsung turut meningkatkan daya saing belut hidup asal Kalimantan Selatan di pasar ekspor.

Meski volume ekspor terus meningkat, seluruh belut hidup tetap wajib menjalani pemeriksaan karantina sebelum pengiriman ke luar negeri.

“Setiap belut yang akan ekspor harus bebas dari hama dan penyakit agar memenuhi persyaratan negara tujuan,” jelasnya.

Balai Karantina memastikan proses pemeriksaan kesehatan dan sertifikasi tetap berjalan. Hal itu demi menjaga kualitas komoditas sekaligus mempertahankan kepercayaan pasar internasional terhadap produk perikanan asal Kalimantan Selatan.

Penulis/Reporter: Berland

Baca juga  Kantongi Data Pejabat Kemenkeu 'RML', Purbaya Ngaku Akan Telepon KPK