Unjuk Rasa Sengketa Lahan Sidomulyo Banjarbaru, DPRD Kalsel Janji Panggil BPN hingga Pengadilan
fokus6.net, BANJARMASIN — Puluhan mahasiswa dan warga Sidomulyo, Banjarbaru, melakukan long march ke Gedung DPRD Kalimantan Selatan, Rabu (22/4/2026) sore.
Mereka membawa spanduk sindiran dan menyuarakan tuntutan soal sengketa lahan.
Aksi ini menyoroti konflik antara warga dengan TNI Angkatan Darat. Warga menolak penggusuran tanah yang sudah lama mereka tempati.
Dalam orasi, massa juga mengecam dugaan intervensi institusi. Mereka meminta keadilan atas hak kepemilikan lahan.
Setelah sekitar satu jam berorasi, perwakilan massa akhirnya bertemu pihak terkait. Hadir Danrem 101/Antasari, Kapolda Kalsel, dan Ketua DPRD Kalsel, Supian HK.
Dialog berlangsung membahas tuntutan warga. DPRD berjanji menindaklanjuti persoalan tersebut.
Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, mengatakan pihaknya akan segera menggelar rapat dengar pendapat. Sejumlah pihak akan dipanggil untuk mencari solusi.
“Kami akan menggelar RDP dan memanggil semua pihak terkait agar persoalan ini jelas,” ujar Supian HK.
Sengketa lahan ini sudah berlangsung sejak 2013. Konflik melibatkan warga dengan Detasemen Zeni Tempur 8/Gawi Manuntung.
Warga mengaku kecewa dengan proses hukum yang berjalan. Mereka menilai bukti kepemilikan tidak dipertimbangkan dalam persidangan.
Padahal, warga mengaku sudah menempati lahan sejak 1972. Mereka juga memiliki dokumen seperti akta jual beli, sporadik, hingga sertifikat hak milik.
Selain itu, warga rutin membayar pajak bumi dan bangunan. Namun mereka tetap terancam kehilangan tempat tinggal.
“Kami hanya ingin keadilan, rumah ini sudah kami tempati turun-temurun,” ujar Diah, warga Sidomulyo.
Tim advokasi warga juga menegaskan akan terus memperjuangkan kasus ini. Gugatan kembali warga Sidomulyo Banjarbaru ajukan ke tingkat kasasi.
“Kami berharap Mahkamah Agung bisa melihat fakta secara adil,” kata Wira Surya Wibawa.
Di sisi lain, aksi sempat memanas di depan gedung DPRD. Seorang mahasiswa pingsan dan harus petugas evakuasi menggunakan ambulans.
Insiden terjadi saat aksi saling dorong dengan aparat. Massa mencoba masuk ke dalam gedung karena tidak puas dengan hasil dialog.
Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net


Tinggalkan Balasan