Tanggul Limbah PT MMI Kembali Jebol, DPRD Banjar Janji Panggil Perusahaan
fokus6.net, KABUPATEN BANJAR — Tanggul kolam pengendapan limbah cair atau settling pond milik PT Merge Mining Industri (MMI) di Desa Rantau Bakula, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar, kembali jebol. Insiden tersebut langsung memicu kekhawatiran warga yang selama ini tinggal di sekitar kawasan tambang.
Warga menilai peristiwa itu menambah daftar persoalan yang sebelumnya telah mereka keluhkan. Selain khawatir terhadap dampak lingkungan, masyarakat juga mempertanyakan keamanan aktivitas pertambangan yang berdekatan dengan permukiman.
Dari pantauan di lokasi, material dan air dari kolam pengendapan limbah mengalir keluar setelah tanggul jebol. Aliran tersebut bahkan terlihat melintasi area sekitar hingga menuju badan jalan hauling yang digunakan untuk aktivitas operasional tambang.
Akibatnya, warga kembali mempertanyakan kondisi pengelolaan lingkungan di kawasan pertambangan tersebut. Mereka khawatir kejadian serupa dapat memicu dampak yang lebih besar apabila terjadi saat curah hujan tinggi.
Kepala Desa Rantau Bakula, Rahmadi, mengatakan masyarakat telah lama menyampaikan berbagai keluhan terkait aktivitas pertambangan di wilayahnya. Karena itu, jebolnya tanggul kembali memunculkan kekhawatiran baru di tengah warga.
“Jebolnya tanggul ini menambah kekhawatiran masyarakat. Sebelumnya warga juga sudah mengeluhkan sejumlah persoalan yang diduga berkaitan dengan aktivitas pertambangan di sekitar desa,” kata Rahmadi.
Selain persoalan tanggul, warga juga pernah melaporkan retaknya sejumlah rumah di sekitar kawasan permukiman. Mereka menduga kerusakan tersebut berkaitan dengan aktivitas tambang bawah tanah oleh perusahaan.
Tanggul Jebol Begini Kata DPRD
Sementara itu, insiden jebolnya tanggul limbah turut menjadi perhatian DPRD Kabupaten Banjar. Komisi III DPRD Banjar bahkan menggelar rapat dengar pendapat bersama pemerintah daerah untuk membahas dampak aktivitas pertambangan yang berada dekat dengan kawasan permukiman.
Ketua Komisi III DPRD Banjar, Abdul Razak, menegaskan pihaknya akan meminta penjelasan langsung dari perusahaan terkait penyebab jebolnya tanggul serta langkah penanganan.
“Kami akan memanggil pihak perusahaan untuk meminta penjelasan secara menyeluruh. Selain itu, kami juga ingin memastikan langkah penanganan agar tidak menimbulkan dampak lebih luas bagi masyarakat maupun lingkungan,” ujar Abdul Razak.
Selanjutnya, Komisi III DPRD Banjar berencana menjadwalkan pertemuan dengan manajemen PT MMI. Melalui pertemuan tersebut, DPRD ingin memastikan seluruh persoalan yang masyarakat keluhkan mendapat perhatian dan penyelesaian yang jelas.
Penulis/Reporter: Sairi

Tinggalkan Balasan