fokus6.net, KABUPATEN BANJAR — Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax mulai dirasakan para pengemudi ojek online (ojol) di Martapura, Kabupaten Banjar. Mereka mengeluhkan meningkatnya biaya operasional harian selama bekerja.

Kenaikan harga Pertamax membuat pengemudi harus mengalokasikan dana lebih besar untuk mengisi bahan bakar kendaraan. Kondisi tersebut berdampak langsung pada pendapatan bersih yang mereka bawa pulang setiap hari.

Bagi sebagian pengemudi, ojek online menjadi sumber penghasilan utama. Karena itu, bertambahnya biaya operasional cukup memberatkan, terutama ketika jumlah pesanan tidak mengalami peningkatan.

Adam, salah seorang pengemudi ojek online di Martapura, mengaku kenaikan harga Pertamax membuat pengeluaran hariannya bertambah.

Menurutnya, biaya bahan bakar menjadi salah satu komponen terbesar dalam pekerjaan sebagai pengemudi transportasi daring. Ketika harga BBM naik, pendapatan yang tersisa setelah potongan biaya operasional otomatis berkurang.

“Kalau harga BBM naik, pengeluaran harian juga ikut bertambah. Sementara pendapatan tidak selalu naik setiap hari,” ujarnya.

Meski menghadapi kenaikan biaya operasional, para pengemudi tetap berharap jumlah pesanan meningkat sehingga dapat menutupi tambahan pengeluaran akibat naiknya harga bahan bakar.

Mereka juga berharap pemerintah maupun pihak terkait dapat menghadirkan kebijakan yang membantu meringankan beban pekerja transportasi daring yang setiap hari bergantung pada kendaraan bermotor untuk mencari nafkah.

Para pengemudi menilai stabilitas harga BBM sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan pekerjaan mereka, terutama di tengah persaingan layanan transportasi online yang semakin ketat.

Penulis/Reporter: Sairi

Baca juga  Empat ABK TB Samudra Jaya 1 Tewas, Diduga Terpapar Gas Beracun