fokus6.net, KABUPATEN BANJAR — Tiang provider telekomunikasi menjamur di Kabupaten Banjar mulai warga keluhkan. Kondisinya dinilai semakin padat dan semrawut di ruang publik.

Pemerintah Kabupaten Banjar mulai mendorong penerapan sistem tiang bersama. Konsep ini memungkinkan beberapa operator menggunakan satu tiang yang sama.

Dengan sistem tersebut, penataan kawasan dapat makin lebih rapi. Selain itu, penggunaan tiang juga menjadi lebih efisien.

Namun penerapan program ini masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya terkait koordinasi antar perusahaan provider.

Penyesuaian regulasi juga menjadi perhatian pemerintah. Hal ini penting agar kebijakan dapat berjalan maksimal.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPRP Banjar, Iwan Junaidi, mengatakan program masih dalam tahap kajian. Pemerintah juga belum membebankan biaya kepada provider.

“Saat ini masih tahap pengkajian dan belum ada pembebanan biaya kepada provider,” ujar Iwan Junaidi.

Pemerintah berkomitmen terus melakukan evaluasi. Dengan penataan tiang provider, Dinas PUPRP berharap bisa memberikan kenyamanan bagi masyarakat.

Penulis/Reporter: Sairi

Baca juga  Kejurprov ORADO Kalsel 2026 Jaring Atlet Berbakat