fokus6.net, BANJARMASIN — Rencana unjuk rasa mahasiswa dan warga ke DPRD Kalimantan Selatan berujung batal. Massa aksi mengaku dihadang aparat TNI saat hendak melakukan long march.

Aksi ini melibatkan mahasiswa dari sejumlah kampus dan warga Sidomulyo, Banjarbaru. Mereka sebelumnya berencana menyuarakan aspirasi terkait sengketa lahan.

Massa aksi memulai pergerakan dari titik nol kilometer Banjarmasin. Mereka berencana berjalan menuju Gedung DPRD Kalsel.

Namun di tengah perjalanan, massa mengaku dapat penghadangan dari aparat. Penghadangan itu terjadi di jalur yang massa akan lintasi persis di depan Markas Korem 101 Antasari.

Perwakilan dari BEM SI Kalsel, Rizki, menyebut aparat memberikan alasan regulasi objek vital dan mencegah terjadinya tindakan anarkis dari pendemo.

“Kami tak boleh melintas dengan alasan pengamanan karena rute melewati depan Korem,” ujar Rizki.

Ia juga menduga penghadangan berkaitan dengan tuntutan yang akan mereka suarakan. Salah satunya terkait sengketa lahan antara warga Sidomulyo dan aparat TNI.

Massa aksi menyayangkan kejadian tersebut. Mereka menilai penghadangan seperti ini baru pertama kali terjadi di Kalimantan Selatan.

Sebelumnya, rute long march sendiri sudah sesuai dengan kesepakatan dalam konsolidasi. Namun rencana tersebut tetap tidak dapat terlaksana.

Massa memastikan akan kembali menggelar aksi dalam waktu dekat. Mereka berencana turun dengan jumlah massa yang lebih besar.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net

Baca juga  Dua Pengedar Sabu Ditangkap Polda Kalsel di Banjarbaru dan Banjarmasin, Total Barang Bukti 41,92 Gram