fokus6.net, JAKARTA – Dokter spesialis mata Willibrordus Tantri Winaksa dari RS EMC Cibitung dan Cikarang mengingatkan masyarakat tentang Computer Vision Syndrome, gangguan mata akibat paparan layar digital yang kini semakin sering dokter temukan.

Hampir seluruh aktivitas harian kini bergantung pada layar elektronik, mulai dari bekerja, belajar, hingga hiburan.

Gejala Computer Vision Syndrome yang Perlu Diwaspadai

Willibrordus menjelaskan bahwa menatap layar terlalu lama tanpa jeda memicu berbagai keluhan pada mata. Gejala yang sering muncul antara lain mata berat, kering, pandangan kabur, sakit kepala, hingga nyeri pada leher dan bahu.

Selain itu, Computer Vision Syndrome dapat menyerang semua kelompok usia, dari anak-anak hingga orang dewasa. Orang tua perlu membatasi waktu layar anak dan mendorong mereka lebih sering beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi risiko miopia.

Salah satu penyebab utama mata cepat lelah adalah penurunan frekuensi berkedip. Seseorang bisa berkedip hingga 50 persen lebih sedikit dari normal saat fokus pada layar, sehingga mata cepat kering dan iritasi.

Posisi Layar dan Cahaya Biru Perburuk Kondisi Mata

Willibrordus menegaskan bahwa paparan cahaya biru dari layar turut meningkatkan ketegangan mata jika seseorang menggunakannya dalam waktu lama tanpa istirahat. Posisi layar yang tidak ergonomis dan pencahayaan ruangan yang kurang tepat juga memperburuk kondisi mata.

“Posisi layar yang tidak ergonomis, pencahayaan yang kurang tepat, serta penggunaan kacamata yang tidak sesuai dapat memperburuk kondisi mata,” jelas Willibrordus.

Lebih lanjut, layar sebaiknya berada sejajar atau sedikit lebih rendah dari garis pandang mata dengan jarak ideal 50 hingga 70 sentimeter. Ruangan juga perlu memiliki pencahayaan cukup terang tanpa pantulan cahaya langsung ke layar.

Baca juga  ULM Tambah Enam Program Dokter Spesialis, Pendaftaran Ditarget Mei 2026

Cara Mencegah Computer Vision Syndrome dengan Aturan 20-20-20

Willibrordus menganjurkan penerapan aturan 20-20-20 sebagai langkah pencegahan utama Computer Vision Syndrome. Setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek sejauh 6 meter selama 20 detik.

Selain itu, berkediplah secara sadar agar mata tetap lembap dan tidak mudah kering saat menggunakan gawai. Kebiasaan sederhana ini sering dokter sarankan namun kerap pengguna abaikan.

Dengan demikian, Willibrordus juga menyarankan pemeriksaan mata rutin bagi siapa pun yang menghabiskan lebih dari enam jam sehari di depan layar. Deteksi dini dapat mencegah gangguan penglihatan berkembang lebih parah.

“Dokter mata akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mencari penyebab keluhan dan menentukan terapi yang tepat, mulai dari obat tetes mata, koreksi kacamata, hingga edukasi kebiasaan visual yang lebih sehat,” ujar Willibrordus, dikutip dari laman EMC, Senin (2/2/2026).

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net