fokus6.net, BANJARBARU — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru memberikan edukasi mengenai Hantavirus kepada petugas dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banjarbaru, Rabu (3/6/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang dapat menular melalui hewan pengerat, terutama tikus.

Penyuluhan berlangsung di lingkungan Lapas Kelas IIB Banjarbaru. Dalam kegiatan tersebut, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Banjarbaru, dr. Siti, hadir sebagai narasumber. Selain itu, sejumlah petugas dari bidang surveilans, imunisasi, dan kesehatan lingkungan turut mendampingi kegiatan edukasi tersebut.

Perwakilan Kepala Lapas Kelas IIB Banjarbaru membuka kegiatan sekaligus menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Banjarbaru. Menurutnya, edukasi kesehatan sangat penting untuk menjaga lingkungan lapas tetap sehat, aman, dan nyaman bagi petugas maupun warga binaan.

Dalam pemaparannya, dr. Siti menjelaskan bahwa Hantavirus merupakan penyakit yang berasal dari virus tikus bawa. Virus tersebut dapat menular kepada manusia melalui paparan urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi.

Meski belum banyak masyarakat kenal, penyakit ini tetap perlu mendapat perhatian karena dapat menimbulkan gangguan kesehatan serius apabila terlambat penanganan.

“Hantavirus bukan penyakit baru, namun masyarakat tetap harus waspada karena pada kasus tertentu dapat menimbulkan gejala berat dengan tingkat kematian yang cukup tinggi,” ujarnya.

Dinkes Beber Gejala Hantavirus

Lebih lanjut, dr. Siti menjelaskan gejala awal Hantavirus umumnya menyerupai influenza. Penderita biasanya mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, serta tubuh terasa lemas.

Namun demikian, pada kondisi tertentu penyakit ini dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan serius hingga gagal ginjal. Karena itu, masyarakat perlu segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang mengarah pada infeksi.

Menurutnya, salah satu tantangan dalam pencegahan Hantavirus adalah tikus pembawa virus sering kali terlihat sehat sehingga sulit untuk warga kenali.

Baca juga  Seratus Lebih Kontingen Banjarbaru Siap Berlaga di Popda Kalsel 2026

Oleh sebab itu, menjaga kebersihan lingkungan menjadi langkah paling efektif untuk mengurangi risiko penularan. Selain mengurangi sumber makanan tikus, lingkungan yang bersih juga dapat menekan perkembangan populasi hewan pengerat.

“Saat melakukan kegiatan bersih-bersih, gunakan masker dan sarung tangan. Selain itu, biasakan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir serta pastikan makanan maupun minuman tersimpan dalam kondisi tertutup,” jelasnya.

Penulis/Reporter: Rofhal