fokus6.net, BARITO UTARA — Pembunuhan satu keluarga terjadi di Desa Benangin II, Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Aparat kepolisian berhasil membekuk para pelaku insiden sadis tersebut.

Polres Barito Utara menyebut ketiga pelaku berinisial VN, LK, dan SA telah pihaknya amankan di lokasi berbeda. VN tertangkap di wilayah Kalimantan Timur, sementara LK dan SA di kawasan Benangin. SA merupakan istri dari LK.

Kapolres Barito Utara, AKBP Singgih Febiyanto, menjelaskan penangkapan ini merupakan hasil pengembangan cepat setelah peristiwa berdarah yang menewaskan lima orang dan melukai satu korban lainnya.

“Para pelaku saat ini masih kami periksa untuk mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain,” ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (21/4/2026).

Sengketa Lahan Dugaan Pemicu Pembunuhan Satu Keluarga

Dari hasil penyelidikan awal, motif utama aksi tersebut berkaitan dengan sengketa lahan. Perselisihan lama antara pelaku dan korban memicu kemarahan hingga berujung penyerangan.

“Permasalahan lahan dan akses yang ditutup menjadi pemicu. Pelaku kemudian menyerang pondok korban,” jelas Kapolres.

Kasat Reskrim AKP Ricky Hermawan menambahkan, antara pelaku dan korban memiliki hubungan keluarga. Konflik yang telah berlangsung lama itu polisi tengarai menjadi latar belakang utama kejadian.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku dugaannya menggunakan senjata tajam seperti parang atau mandau. Polisi juga masih mendalami kemungkinan penggunaan senjata api rakitan, menyusul adanya keterangan saksi yang mendengar suara letusan saat kejadian.

Polisi menduga aksi tersebut telah pelaku rencanakan. Masing-masing pelaku memiliki peran, mulai dari melakukan penyerangan hingga membakar lokasi kejadian.

Lima Tewas, Satu Korban Kritis

Peristiwa tragis ini terjadi pada Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 16.30 WIB di kawasan perusahaan HPH PT Timber Dana, yang berada di perbatasan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

Baca juga  Pemkab Tapin Berlakukan Aturan Ketat Selama Ramadan 1447 H, Karaoke Wajib Tutup Total

Dari enam korban, lima orang meninggal dunia, yakni Cuah (55), Hasna (40), Tasya Haulina (17), David (3), dan Ono (50). Sementara satu korban lainnya, Alfian (40), mengalami luka kritis dan masih menjalani perawatan intensif di RSUD Muara Teweh.

Berdasarkan keterangan saksi selamat, pelaku datang menggunakan mobil dan sempat menanyakan identitas korban sebelum melancarkan serangan. Setelah korban tidak berdaya, pelaku dugaan kuat membakar pondok sebelum melarikan diri.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan pertolongan. Korban luka langsung warga evakuasi ke rumah sakit menggunakan kendaraan.

Saat ini, kepolisian masih melakukan pengembangan kasus guna mengungkap kemungkinan pelaku lain serta melengkapi barang bukti. Para pelaku terjerat pasal pembunuhan berencana sesuai ketentuan KUHP.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net