Mapala Piranha ULM Jajal Olahraga Ekstrem Riverboarding, Pacu Adrenalin dan Taklukkan Arus Deras
fokus6.net, KABUPATEN BANJAR – Riverboarding atau selancar sungai menjadi salah satu olahraga ekstrem yang mulai diminati kalangan pecinta alam.
Olahraga ini dilakukan dengan posisi tubuh tengkurap di atas papan khusus, menyusuri sungai berarus deras dan penuh tantangan.
Seperti yang dilakukan mahasiswa pecinta alam Mapala Piranha Universitas Lambung Mangkurat (ULM).
Mereka menggelar latihan riverboarding bagi anggota baru di kawasan irigasi berarus deras di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan Sabtu (24/1/2026) siang.
Latihan ini menjadi tahap awal sebelum para anggota diterjunkan langsung ke sungai dengan jeram yang lebih menantang.
Selain untuk meningkatkan kemampuan teknis, kegiatan ini juga bertujuan melatih keberanian dan kesiapan mental para anggota.
Dalam praktiknya, riverboarding menuntut keterampilan khusus serta perlengkapan keselamatan yang memadai.
Para peserta wajib menggunakan pelampung atau life jacket, helm pelindung, serta papan seluncur berbahan busa khusus yang dirancang untuk olahraga arus deras.
Ketua Umum Mapala Piranha ULM, Muhammad Furqon, mengatakan penguasaan olahraga arus deras menjadi bekal penting bagi anggotanya, terutama untuk menghadapi kompetisi maupun kegiatan lapangan.
“Anggota Mapala Piranha harus memiliki kemampuan olahraga arus deras, termasuk riverboarding. Ini penting sebagai persiapan jika nanti diterjunkan dalam perlombaan ataupun kegiatan di sungai berjeram,” ujar Furqon.
Sementara itu, salah satu anggota muda Mapala Piranha, Neng Ditha, mengaku merasakan sensasi berbeda saat pertama kali mencoba olahraga ekstrem tersebut.
“Awalnya takut, tapi setelah mencoba, adrenalin benar-benar terpacu. Rasanya menantang sekaligus seru,” kata Ditha.
Riverboarding tidak hanya dikenal sebagai olahraga rekreasi, tetapi juga telah diperlombakan di berbagai ajang, mulai dari tingkat nasional hingga internasional seperti Riverboarding World Championship.
Selain itu, olahraga selancar sungai ini juga kerap dimanfaatkan sebagai tahap awal orientasi medan.
Teknik riverboarding digunakan untuk mengukur lebar sungai, memetakan jeram, hingga mengenali karakter arus sebelum melakukan aktivitas arus deras lainnya.
Penulis/Reporter: Mada Al Madani


Tinggalkan Balasan