fokus6.net, JAKARTA — Ribuan warga Palestina memadati Alun-Alun Al-Saraya di pusat Kota Gaza untuk melaksanakan Salat Idul Fitri Gaza 1447 H, Jumat pagi (20/3/2026). Warga Gaza kembali menggelar salat Id di lokasi itu untuk pertama kali sejak perang pecah.

Jurnalis Gaza, Muhammed Rabah, melaporkan para jemaah mulai berdatangan sejak dini hari. Mereka memenuhi lapangan dari berbagai kalangan — laki-laki, perempuan, hingga anak-anak — sambil mengumandangkan takbir dalam suasana khusyuk.

Sebelumnya warga Gaza rutin melaksanakan salat Id di Alun-Alun Al-Saraya setiap tahun. Namun kondisi konflik membuat tradisi itu terhenti karena warga khawatir serangan menargetkan mereka.

Dalam khutbah Idul Fitri Gaza, Syekh Ismail Radwan menyerukan solidaritas sosial dan dukungan kepada keluarga korban yang gugur maupun terluka. Ia pun menekankan pentingnya persatuan rakyat Palestina dalam menghadapi tantangan yang masih berlangsung.

“Persatuan Palestina sangat penting dalam menghadapi tantangan yang ada,” tegas Syekh Radwan.

Ribuan warga Palestina memadati Alun-Alun Al-Saraya Gaza untuk melaksanakan Salat Idul Fitri 1447 H pertama kali sejak pecahnya perang pada Jumat 20 Maret 2026
Ribuan warga Palestina memadati Alun-Alun Al-Saraya di pusat Kota Gaza untuk melaksanakan Salat Idul Fitri Gaza 1447 H, Jumat (20/3/2026). (Foto: Gaza/Muhammed Rabah)

Semangat Warga Gaza Rayakan Idul Fitri Gaza di Tengah Perang

Warga Palestina masih menghadapi dampak perang besar yang dimulai pada 7 Oktober 2023. Perang itu menyebabkan ribuan korban jiwa dan menghancurkan infrastruktur secara luas di seluruh Gaza.

Meski begitu, semangat warga Gaza merayakan Idul Fitri tidak surut. Di tengah keterbatasan dan ancaman, mereka tetap berdiri dalam satu saf, bersujud, dan mengumandangkan takbir sebagai simbol keteguhan iman yang tidak padam oleh perang.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net

Baca juga  Iuran Dewan Perdamaian Gaza Diproyeksikan dari Anggaran Kemenhan, Ini Penjelasan Menkeu