fokus6.net, BANJARMASIN – Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali melahirkan tenaga medis melalui prosesi Sumpah Dokter Angkatan ke-100 dan Penyerahan Brevet Dokter Spesialis Tahun Akademik 2026/2027.

Momentum ini menandai keberhasilan para lulusan menyelesaikan pendidikan profesi.

Selanjutnya, mereka akan menjalankan tugas sebagai tenaga medis dengan tanggung jawab terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat.

Dekan FKIK ULM, Prof. Dr. dr. Syamsul Arifin, M.Pd., FISPH., FISCM., mengapresiasi perjuangan para lulusan. Ia juga memberikan penghargaan kepada dokter dan dokter spesialis yang meraih prestasi akademik.

“Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras para lulusan, dukungan keluarga, serta bimbingan dosen selama menempuh pendidikan. Kami berharap seluruh lulusan mampu menjaga integritas, menjunjung tinggi etika profesi, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Syamsul.

Pada kategori dokter spesialis, FKIK ULM menetapkan dr. Tofan Widiyanto, Sp.PD., sebagai lulusan terbaik dengan predikat lulus dengan pujian.

Sementara itu, Program Profesi Dokter Angkatan ke-100 menempatkan dr. Aisyah Arbaati pada peringkat pertama.

Kemudian, dr. Muhammad Fawwaz Khan menempati peringkat kedua, disusul dr. Diniyah Nabila Eka Jarminda.

Alumni FKIK ULM Berkiprah di Berbagai Bidang

Selama perjalanannya, FKIK ULM telah menghasilkan alumni yang berkiprah di berbagai wilayah Indonesia.

Mereka bekerja sebagai dokter, akademisi, peneliti, hingga pemimpin institusi kesehatan.

Salah satu alumninya, Dr. dr. Iwan Aflanie, M.Kes., Sp.F., S.H., kini menjabat sebagai Rektor Universitas Lambung Mangkurat.

Kiprah tersebut menunjukkan kontribusi alumni FKIK ULM dalam dunia kesehatan, pendidikan, dan pembangunan.

Karena itu, Syamsul berharap para lulusan baru dapat mengikuti jejak para seniornya.

Ia mendorong mereka untuk terus meningkatkan kemampuan sekaligus mengutamakan kepentingan pasien.

“Gelar dan kompetensi yang diperoleh harus sejalan dengan tanggung jawab kepada masyarakat. Kami ingin para lulusan tidak hanya unggul dalam ilmu kedokteran, tetapi juga memiliki empati dan kepedulian terhadap pasien,” katanya.

Baca juga  Kabut Asap Karhutla Picu Peningkatan Kasus ISPA, RSUD Ratu Zalecha Catat 30 Pasien dalam Sepekan

FKIK ULM Perkuat Mutu Pendidikan dan Prestasi Mahasiswa

Selain melahirkan tenaga medis, FKIK ULM terus mengembangkan kualitas pendidikan.

Saat ini, fakultas tersebut memiliki 13 program studi dengan akreditasi Unggul.

Menurut Syamsul, capaian tersebut menjadi dorongan bagi fakultas untuk menjaga mutu akademik.

Terlebih, mahasiswa FKIK ULM juga mencatat prestasi dalam berbagai kompetisi tingkat nasional.

Prestasi itu mencakup Abdidaya, Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), hingga Lomba Inovasi Digital Mahasiswa. Melalui berbagai ajang tersebut, mahasiswa mengembangkan kemampuan akademik, penelitian, dan inovasi.

“Kami terus mendorong mahasiswa untuk berprestasi, berinovasi, dan aktif dalam penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat. Dengan begitu, FKIK ULM dapat terus meningkatkan kualitas lulusan sekaligus memberikan kontribusi bagi kemajuan kesehatan Indonesia,” ujar Syamsul.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net