Kabut Asap Diduga Picu Kecelakaan Beruntun di Jalan Gubernur Syarkawi, Mobil Pengantar Santri Intan Ilmu Tabrak Truk
fokus6.net, KABUPATEN BANJAR – Kabut asap tebal menyelimuti Jalan Gubernur Syarkawi, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Rabu (14/10/2026) dini hari. Kondisi tersebut diduga mengganggu jarak pandang hingga memicu kecelakaan beruntun sekitar pukul 03.30 Wita.
Kecelakaan itu melibatkan mobil pengantar santri Pondok Pesantren Intan Ilmu, Kabupaten Barito Kuala. Saat kejadian, mobil tersebut mengantar seorang santri asal Jakarta menuju bandara untuk mengejar penerbangan pertama.
Beruntung, seluruh penumpang mobil pesantren selamat. Mereka terdiri dari pengemudi, seorang ustaz pendamping, dan satu santri.
Kepala Divisi Pengasuhan Pesantren Intan Ilmu, Ustaz Firdaus Alfin Hudaya, mengatakan rombongan berangkat dini hari. Mereka hendak mengantar santri terakhir yang belum pulang ke Jakarta.
“Barusan tadi subuh ada kecelakaan. Kami sedang mengantarkan santri terakhir yang kemarin belum pulang. Kejadiannya sekitar pukul 03.00 sampai 04.00 Wita,” ujar Firdaus, Rabu siang.
Truk Tabrak Innova, Mobil Pesantren Menyusul
Menurut Firdaus, mobil pesantren berada paling belakang dalam rangkaian kendaraan tersebut. Sebelum mobil pesantren terlibat tabrakan, sebuah truk lebih dahulu menabrak bagian belakang Toyota Innova di depannya.
Setelah itu, mobil pesantren menabrak bagian belakang truk. Pengemudi mengaku kesulitan melihat kendaraan di depan karena kabut asap yang menyelimuti jalan.
Firdaus mengatakan truk tersebut sebenarnya memiliki lampu belakang berwarna kuning. Namun, pengemudi mobil pesantren tidak melihat lampu itu dengan jelas saat melintas di tengah kabut.
“Pengakuan dari sopir, tadi katanya memang tidak terlihat. Truk itu ada lampu belakangnya, lampu kuning, tetapi tidak terlihat. Lampunya baru terlihat setelah terjadi tabrakan,” jelasnya.
Meski demikian, penyebab pasti kecelakaan masih memerlukan keterangan lebih lanjut dari pihak berwenang. Kabut asap menjadi dugaan berdasarkan keterangan pengemudi yang disampaikan pihak pesantren.
Mobil Rusak, Rombongan Putar Balik ke Banjarmasin
Benturan tersebut merusak bagian depan mobil pesantren. Firdaus menyebut bodi depan kendaraan penyok, kaca retak, dan lampu kemungkinan mengalami kerusakan.
Namun, mesin mobil masih berfungsi. Karena itu, rombongan memutuskan berputar balik dan melewati Kota Banjarmasin untuk melanjutkan perjalanan ke bandara.
“Alhamdulillah, mobil pesantren berada paling belakang, jadi tidak terjepit. Kerusakan ada di bagian depan, tetapi mesin masih bisa beroperasi,” katanya.
Di tengah kejadian itu, keselamatan seluruh penumpang menjadi kabar melegakan bagi pihak pesantren. Firdaus memastikan pengemudi, ustaz pendamping, dan santri tidak mengalami korban jiwa.
Bahkan, santri yang mereka antar berhasil mengejar jadwal penerbangan. Menurut Firdaus, santri tersebut sudah tiba di Jakarta.
“Alhamdulillah, pengemudi, ustaz pendamping, dan santri semuanya selamat. Informasi terakhir, santrinya juga sudah terbang dan sampai di Jakarta,” ujarnya.
Pihak pesantren kemudian mendokumentasikan kerusakan kendaraan dan menyampaikan informasi kejadian kepada wali santri.
Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net

Tinggalkan Balasan