Bupati Kotabaru Ajukan Dukungan Kemenhut untuk Jalan Akses Pelabuhan Baru di Kawasan Cagar Alam
fokus6.net, JAKARTA – Bupati Kotabaru H. Muhammad Rusli, S.Sos., menemui Kementerian Kehutanan RI di Jakarta, Selasa (29/9/2026). Ia meminta dukungan pemerintah pusat untuk membuka akses menuju rencana pelabuhan penyeberangan milik Pemkab Kotabaru.
Dalam audiensi dengan Direktorat Rencana Perubahan Kawasan Hutan dan Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan (RPKHPWPH), Rusli membahas kebutuhan akses jalan yang melintasi kawasan cagar alam. Akses tersebut menjadi salah satu kendala dalam rencana pembangunan pelabuhan baru.
Rusli menjelaskan, Kotabaru memiliki dua wilayah utama, yakni Kotabaru Kepulauan dan Kotabaru Daratan di Pulau Kalimantan. Namun, konektivitas kedua wilayah masih menghadapi kendala, terutama pada layanan penyeberangan.
Saat ini, masyarakat mengandalkan dua pelabuhan swasta di sisi kanan dan kiri kawasan penyeberangan. Kapasitas keduanya terbatas, sementara kebutuhan transportasi warga terus meningkat.
“Kita terkendala di penyeberangan. Pelabuhan yang ada sekarang adalah milik swasta dan kapasitasnya terbatas. Masyarakat sangat mengharapkan adanya pelabuhan milik Pemda yang bisa diakses dengan mudah,” ucap Rusli.
Rencanakan Pelabuhan Penyeberangan Baru
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Kotabaru merencanakan pembangunan pelabuhan baru di antara pelabuhan penumpang dan pelabuhan angkutan minyak yang sudah ada. Selanjutnya, pemerintah daerah berencana mengelola layanan itu melalui perusahaan daerah atau Perusda.
Rusli berharap pelabuhan tersebut dapat memberikan akses penyeberangan yang lebih mudah bagi masyarakat. Selain itu, pengelolaan oleh Perusda diharapkan mendukung kebutuhan transportasi sekaligus kepentingan daerah.
“Kehadiran kita di sini ingin membuat pelabuhan, namanya Pelabuhan Pemda Kotabaru. Nanti akan kita usahakan feri-feri Pemda Kotabaru dan ini nanti dikelola oleh (Perusda) Perusahaan Daerah, jadi daerah untuk daerah, dari masyarakat untuk masyarakat,” jelasnya.
Meski demikian, pembangunan pelabuhan membutuhkan akses darat yang memadai. Rusli memaparkan, Pemkab Kotabaru telah membuka jalan sekitar dua kilometer dari kawasan pusat perkantoran menuju bibir sungai.
Setelah menyeberangi sungai selebar sekitar 40–50 meter, terdapat jalan sepanjang 2,5 kilometer yang melintasi kawasan cagar alam. Karena itu, Pemkab meminta dukungan Kementerian Kehutanan untuk menindaklanjuti kebutuhan akses tersebut.
Akses Jalan di Kawasan Cagar Alam
Pemkab Kotabaru berharap pemerintah pusat dapat membantu mencari solusi sesuai ketentuan yang berlaku. Menurut Rusli, akses tersebut penting untuk menghubungkan kawasan pelabuhan dengan Kotabaru Daratan di Pulau Kalimantan.
Ia juga menargetkan pembangunan pelabuhan dapat terealisasi sebelum masa jabatannya berakhir. Untuk mendukung rencana itu, Pemkab telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan merencanakan dukungan anggaran pada 2028.
Rusli menegaskan, kebutuhan pelabuhan baru berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat. Oleh sebab itu, ia meminta dukungan pemerintah pusat agar rencana pembangunan dapat berlanjut.
Penulis/Reporter: Fauji Rahman

Tinggalkan Balasan