fokus6.net, BANJARMASIN – Kabut asap tebal menyelimuti sejumlah ruas jalan di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kondisi tersebut terlihat pada Selasa malam, 25 Agustus 2026.

Sejak sore, warga mulai mencium bau asap di sejumlah kawasan. Kemudian, kabut semakin pekat saat malam tiba.

Kabut asap juga mengganggu jarak pandang pengendara. Karena itu, pengendara harus mengurangi kecepatan saat melintas di kawasan berkabut.

Sejumlah ruas jalan protokol ikut terdampak. Di antaranya Jalan Lambung Mangkurat dan Jalan Jenderal Sudirman.

Asap tersebut diduga berasal dari karhutla di wilayah sekitar Banjarmasin. Kabupaten Banjar dan Barito Kuala menjadi beberapa daerah yang mengalami kebakaran lahan.

Selain mengganggu lalu lintas, kabut asap turut memengaruhi aktivitas pedagang kecil. Pedagang yang berjualan pada malam hari mengaku jumlah pembeli menurun.

Lina, salah seorang pedagang kelontong, merasakan langsung dampak kondisi tersebut. Menurutnya, pembeli biasanya masih ramai hingga malam.

“Biasanya masih ada yang mampir membeli. Tapi karena asap tebal, malam ini sepi sekali. Penghasilan juga berkurang,” ujar Lina.

Karena kondisi udara semakin berkabut, sebagian warga memilih mengurangi aktivitas di luar rumah. Sementara itu, pedagang tetap membuka lapak meski pembeli jauh lebih sedikit.

Hingga pukul 21.30 WITA, kabut asap masih menyelimuti sejumlah kawasan. Bahkan, asap mulai terlihat di permukiman yang berada di pinggiran Kota Banjarmasin.

Di sisi lain, pengendara perlu meningkatkan kewaspadaan selama melintas. Lampu kendaraan juga perlu dinyalakan ketika jarak pandang mulai menurun.

Kabut asap yang masuk ke pusat kota menunjukkan dampak karhutla semakin meluas. Selain mengganggu perjalanan, asap juga memengaruhi aktivitas ekonomi warga.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net

Baca juga  Kabut Asap Pekat Selimuti Martapura, Jarak Pandang Pengendara Tinggal 1 Meter