fokus6.net, BANJARMASIN – Gubernur Kalsel Muhidin memberikan bantuan pribadi Rp5 juta kepada seluruh korban selamat KM Virgo Transport 8.

Muhidin menyerahkan bantuan tersebut saat mengunjungi korban yang menjalani pemulihan di Hotel Kharisma Banjarmasin, Rabu (16/9/2026).

Menurut Muhidin, bantuan itu hadir karena korban selamat tidak menerima santunan dari Jasa Raharja maupun Jasa Raharja Putera. Kedua lembaga tersebut memiliki ketentuan santunan bagi korban meninggal dunia.

“Karena dari Jasa Raharja tidak dapat santunan, hanya yang meninggal yang dapat dari Jasa Raharja Rp50 juta, dari Jasa Raharja Putera Rp20 juta. Bagi yang terdampak biasa (selamat, red) tidak diberikan. Maka gubernur secara pribadi memberikan Rp5 juta ke semua korban yang selamat,” kata Muhidin saat ditemui di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Rabu (16/9/2026) siang.

Bantuan untuk Pulang atau Tinggal di Kalsel

Muhidin mengatakan korban bebas menggunakan bantuan tersebut sesuai kebutuhan. Mereka dapat memilih pulang ke daerah asal, tetap tinggal, atau bekerja di Kalimantan Selatan.

“Dia mau pulang, mau tinggal, mau kerja, terserah. Jadi kita memberikan Rp5 juta,” ujarnya.

Selain itu, Muhidin juga menyiapkan bantuan tambahan bagi korban yang membutuhkan biaya perjalanan besar.

Ia mencontohkan korban asal Flores yang harus menempuh perjalanan dari Banjarmasin menuju Surabaya, kemudian melanjutkan perjalanan ke daerah asal.

Muhidin memperkirakan tiket menuju Surabaya membutuhkan biaya sekitar Rp1 juta. Dengan begitu, korban masih memiliki sisa bantuan Rp4 juta untuk memenuhi kebutuhan lainnya.

Namun, jika biaya perjalanan dari Surabaya menuju Flores membutuhkan tambahan, Muhidin menyatakan siap membantu.

“Kalau ke Flores mahal, itu kita tanggung lagi,” katanya.

Sebelumnya, Muhidin mendatangi korban selamat di Hotel Kharisma. Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu korban menentukan rencana setelah proses evakuasi dan penanganan di Banjarmasin.

Baca juga  KSAL Tinjau Karhutla Guntung Damar, Sebut Kondisi Kalsel Tidak Terlalu Parah

Muhidin Minta Keluarga Korban Tidak Menunggu di Posko

Sementara itu, Muhidin meminta keluarga 129 korban yang masih hilang tidak terus-menerus menunggu di posko pencarian.

Menurutnya, keluarga belum mendapat kepastian waktu pelaksanaan pencarian bawah air. Karena itu, ia menyarankan keluarga mencatat nomor petugas yang bertanggung jawab di posko.

“Sebenarnya untuk 129 keluarga korban kami minta ke operator agar mereka makannya tidak terlantar,” ujarnya.

Muhidin menyarankan keluarga kembali ke rumah terlebih dahulu. Petugas nantinya dapat menghubungi mereka apabila tim menemukan perkembangan baru.

“Kalau bisa catat nomor petugas yang bertanggung jawab di sini, pulang aja dulu ke rumah. Nanti kalau sudah dapat baru datang,” katanya.

Ia memahami keluarga membutuhkan kepastian. Namun, kondisi cuaca dan laut masih memengaruhi rencana penyelaman untuk mencari korban.

“Kalau menunggu kan belum ada kepastian kapan menyelamnya. Soalnya setelah dapat lagi mayatnya, kan diperiksa lagi,” ujar Muhidin.

Hingga Rabu, Basarnas bersama tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian KM Virgo Transport 8. Pemerintah daerah juga terus mengikuti perkembangan operasi dan penanganan korban.

Muhidin menegaskan, apabila penyelidikan menemukan dugaan kelalaian dalam kecelakaan tersebut, aparat penegak hukum akan menangani prosesnya.

“Jika terbukti kelalaian, itu urusan polisi. Mereka sedang mendalami ini, baik yang selamat petugas periksa, bagi krunya juga, nanti bagaimana hasilnya pasti ada,” katanya.

Penulis/Reporter: Fahrulani