fokus6.net, KABUPATEN BANJAR – Kabut asap pekat kembali menyelimuti sejumlah kawasan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Kondisi tersebut terjadi pada Sabtu (29/8/2026) pagi.

Asap tebal menutup badan jalan di beberapa titik. Akibatnya, jarak pandang pengendara hanya berkisar satu hingga empat meter.

Karena itu, pengendara harus mengurangi kecepatan. Mereka juga perlu menjaga jarak dengan kendaraan lain.

Selain itu, sejumlah pengendara menyalakan lampu sepanjang perjalanan. Sebagian pengendara juga membunyikan klakson untuk memberi tanda.

Salah seorang pengendara, Ahmad, mengaku kesulitan melihat kondisi jalan. Ia pun memilih melaju perlahan agar tetap aman.

“Kalau asap tebal seperti ini, pandangan benar-benar pendek. Jadi harus pelan dan lebih hati-hati,” ujar Ahmad.

Hal serupa disampaikan Fauzi, pengendara lainnya. Menurutnya, pengendara perlu saling memberi tanda saat jarak pandang menurun.

“Kami biasanya nyalakan lampu dan sesekali bunyikan klakson. Soalnya kendaraan di depan hampir tidak kelihatan,” kata Fauzi.

Sementara itu, warga berharap pemerintah segera memperkuat penanganan karhutla. Sebab, asap kini tidak hanya mengganggu udara, tetapi juga membahayakan pengguna jalan.

Karhutla Banjar Capai 402 Kejadian

Berdasarkan data hingga 30 Agustus 2026, Kabupaten Banjar mencatat 402 kejadian karhutla. Luas lahan yang terbakar juga mencapai sekitar 2.354 hektare.

Karena jumlah kejadian terus tinggi, warga meminta penanganan lebih serius. Terutama pada kawasan yang dekat dengan permukiman dan jalur lalu lintas.

Selain pemadaman, pembasahan lahan juga perlu terus dilakukan. Langkah tersebut penting untuk mencegah bara kembali menyala dan memicu kebakaran baru.

Penulis/Reporter: Sairi

Baca juga  Putera Kusan FC Menang Telak 8-0 atas Generasi Serongga di Pagatan