fokus6.net, BANJARMASIN – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menjenguk lima kru helikopter Mi-17V5 TNI Angkatan Darat yang selamat dari kecelakaan di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Ia menemui para kru di Rumah Sakit Tingkat III Dr. R. Soeharsono (RS TPT) Banjarmasin, Jumat (6/11/2026).

Saat itu, kondisi kelima kru mulai stabil setelah menjalani perawatan sejak Kamis (5/11/2026). Raja Juli datang setelah memantau proses evakuasi korban di Kuala Pembuang, Seruyan.

Dalam kunjungannya, Raja Juli juga menyampaikan perkembangan pencarian satu kru yang sebelumnya belum ditemukan. Tim SAR akhirnya menemukan kru tersebut pada Jumat.

Pencarian Libatkan Penyelam

Menurut Raja Juli, tim gabungan menambah personel penyelam serta peralatan pendukung untuk mempercepat proses evakuasi. Mereka juga menyiapkan tugboat dan crane.

“Hari ini kita maksimalkan upaya evakuasi, dengan tambahan penyelam dan peralatan,” ujar Raja Juli.

Selain memantau evakuasi, ia bersyukur atas perkembangan pencarian tersebut. Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang meninggal dunia.

Raja Juli mengaku telah melihat langsung kondisi lima kru yang menjalani perawatan di RS TPT. Secara fisik, kondisi mereka mulai membaik.

“Kondisinya terlihat lebih stabil dan mau dibawa ke Semarang,” katanya.

Penyebab Kecelakaan Dalam Penyelidikan

Saat awak media menanyakan penyebab kecelakaan, Raja Juli mengaku belum mengetahui secara pasti. Ia menyerahkan proses evaluasi kepada institusi yang berwenang.

“Saya tidak tahu. Nanti ada evaluasi dari institusi terkait,” ucapnya.

Raja Juli juga menyampaikan penghargaan kepada para kru yang menjalankan misi pemadaman karhutla. Ia menyebut mereka sebagai patriot bangsa.

Helikopter Mi-17V5 bernomor registrasi HA-5235 jatuh di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Rabu (4/11/2026). Saat itu, helikopter Puspenerbad tersebut menjalankan misi water bombing di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.

Baca juga  KUHP dan KUHAP Baru Digugat ke MK, Pemerintah Sebut Ada 21 Perkara Diajukan

Dari delapan personel di dalam helikopter, lima orang selamat dan tiga lainnya meninggal dunia.

Penulis/Reporter: Fahrulani