Empat Bulan Dilanda Kemarau, Warga Cempaka Kesulitan Air Bersih
BANJARBARU, Fokus6.net — Kemarau panjang yang melanda Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam empat bulan terakhir berdampak serius bagi warga. Di kawasan Batu Ampar, Kelurahan Cempaka, Kota Banjarbaru, ratusan warga mengalami krisis air bersih parah setelah sumur-sumur warga mengering total.
Akibat kondisi ini, warga terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mereka harus membeli air bersih seharga Rp100 ribu per tandon, yang hanya mampu bertahan untuk kebutuhan tiga hari saja.
“Selama empat bulan ini kami kesulitan. Sumur kering, jadi terpaksa beli air untuk kebutuhan dapur dan minum,” ujar Raudah, salah seorang warga Batu Ampar, Senin (2/11/2026).
Meski pemerintah setempat telah mendistribusikan bantuan air bersih setiap sepekan sekali, pasokan tersebut dinilai masih belum mencukupi kebutuhan seluruh warga. Akibatnya, tidak sedikit warga yang akhirnya tidak kebagian jatah air bersih dari pemerintah.
Melihat kondisi darurat yang berkepanjangan ini, jajaran pengurus Partai Hanura Kalsel bergerak cepat. Sebanyak delapan unit mobil tangki air berkapasitas total 16.000 liter dikerahkan untuk membantu meringankan beban warga di tiga kabupaten/kota yang mengalami krisis air terparah di Kalsel.
Aksi kemanusiaan yang digawangi oleh Tim Relawan S-J-A ini telah berjalan selama tiga bulan terakhir. Dalam pelaksanaannya, relawan menggandeng pihak PTAM serta mengambil sumber air bersih alternatif dari danau.

“Kami menerjunkan armada tangki secara berkala untuk menyuplai daerah-daerah yang paling membutuhkan dan belum terjangkau maksimal,” terang Rahmat Santoso, perwakilan Relawan Hanura.
Hingga kini, krisis air bersih di beberapa wilayah Kalsel belum sepenuhnya teratasi. Meskipun hujan dengan intensitas deras sempat mengguyur wilayah ini beberapa hari belakangan, warga berharap curah hujan dapat segera merata agar cadangan air tanah dan sumur warga kembali normal.
Reporter: Mada Al Madani

Tinggalkan Balasan