fokus6.net, KABUPATEN BANJAR – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat Anang Noraini kehilangan rumah di Desa Pematang Baru, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Kini, Anang tinggal bersama anak dan keponakannya di tenda darurat beratapkan terpal. Mereka bertahan dengan perlengkapan seadanya sambil menunggu kepastian bantuan untuk membangun kembali rumah.

Tidur di Tenda dengan Perlengkapan Seadanya

Sejak rumahnya hangus terbakar, Anang menjadikan tenda sederhana sebagai tempat berlindung. Di dalam tenda itu, ia dan keluarganya beristirahat dengan perlengkapan yang masih tersisa.

Namun, hidup di tempat darurat bukan perkara mudah. Selain harus memenuhi kebutuhan sehari-hari, Anang juga menjaga barang-barang yang berhasil diselamatkan dari kebakaran.

Kondisi ekonomi turut menyulitkan Anang untuk membangun rumah sendiri. Selama ini, ia bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu.

Karena itu, ia belum memiliki cukup uang untuk mendirikan tempat tinggal baru. Sementara itu, tenda terpal masih menjadi tempat berteduh bagi keluarganya.

Anang Menunggu Janji Pembangunan Rumah

Anang mengaku telah menerima bantuan dari pemerintah. Ia juga mendapat janji bahwa pemerintah akan membantu membangun kembali rumahnya.

Meski demikian, Anang belum mendapat kepastian kapan pembangunan tersebut dimulai. Akibatnya, ia bersama anak dan keponakannya masih harus bertahan di tenda darurat.

Anang berharap pemerintah segera menindaklanjuti janji tersebut. Dengan begitu, keluarganya bisa meninggalkan tenda terpal dan kembali menempati rumah yang layak.

Penulis/Reporter: Sairi

Baca juga  Anak-Anak Ikut Padamkan Karhutla di Kabupaten Banjar, 1.605 Hektar Lahan Terbakar