fokus6.net, BANJARBARU – Pemadaman listrik yang masih terjadi di Kalimantan Selatan mulai menekan pelaku usaha percetakan di Kota Banjarbaru. Gangguan tersebut menghambat proses produksi sekaligus memunculkan kekhawatiran terhadap kondisi mesin cetak.

Selama listrik padam, proses desain, pencetakan spanduk, hingga penyelesaian pesanan tidak dapat berjalan. Akibatnya, pelaku usaha kesulitan mengejar target produksi dan memenuhi jadwal pelanggan.

Manajer salah satu usaha percetakan di Banjarbaru, Khairil Anwar, mengatakan pemadaman listrik yang berulang membuat proses produksi sering terhenti. Kondisi itu juga merusak bahan cetak yang sedang diproses.

“Pemadaman yang terjadi saat proses cetak berlangsung membuat pekerjaan terhenti. Bahan cetak bisa rusak dan pesanan pelanggan menjadi terlambat untuk kita selesaikan,” ujar Khairil Anwar.

Selain itu, Khairil mengaku belum bisa mengandalkan genset sebagai sumber listrik utama. Menurutnya, biaya operasional genset cukup tinggi sehingga membebani usaha.

Di sisi lain, ia juga mengkhawatirkan kestabilan daya listrik dari genset. Sebab, mesin percetakan membutuhkan pasokan listrik yang stabil agar tetap bekerja optimal.

“Kami khawatir penggunaan genset dalam jangka panjang justru memperpendek usia mesin percetakan karena kebutuhan daya listriknya cukup besar dan harus stabil,” katanya.

Karena itu, Khairil berharap pasokan listrik segera kembali normal. Dengan begitu, proses produksi dapat berjalan lancar dan pesanan pelanggan selesai tepat waktu.

Ia juga berharap gangguan listrik tidak terus berulang. Menurutnya, kepastian pasokan listrik menjadi faktor penting untuk menjaga kelangsungan usaha dan melindungi investasi peralatan bernilai ratusan juta rupiah.

Penulis/Reporter: Mada Al Madani

Baca juga  Polsek Banjarmasin Selatan Tangkap Pengedar Sabu 20 Gram di Kelayan