fokus6.net, BANJARBARU – Pemadaman listrik yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan mulai berdampak pada pelaku usaha. Salah satunya, barbershop di Kota Banjarbaru yang kehilangan banyak pelanggan akibat gangguan listrik.

Sebelumnya, PLN menyampaikan penghentian pemadaman bergilir mulai 4 Agustus 2026. Namun, hingga kini listrik masih padam di beberapa kawasan.

Pemilik barbershop, Dhani Osa, mengatakan jumlah pelanggan terus menurun sejak pemadaman listrik sering terjadi. Kondisi itu langsung memengaruhi pendapatan usahanya.

Menurut Dhani, pelanggan memilih membatalkan jadwal potong rambut ketika listrik padam. Mereka enggan menunggu karena mesin cukur, lampu, dan pendingin ruangan tidak bisa berfungsi.

“Pelanggan banyak yang membatalkan jadwal saat listrik padam. Dampaknya omzet turun sekitar 50 persen, terutama kalau pemadaman terjadi pada sore hingga malam hari,” ujar Dhani Osa.

Selain itu, Dhani menyebut waktu sore hingga malam menjadi jam paling sibuk. Karena itu, pemadaman pada jam tersebut membuat kerugian semakin besar.

Di sisi lain, jadwal pemadaman yang tidak menentu juga menyulitkan pelaku usaha mengatur pelayanan. Akibatnya, mereka tidak bisa memberikan kepastian waktu kepada pelanggan.

Bahkan, beberapa pelanggan memilih mencari tempat lain yang memiliki cadangan listrik agar tetap bisa mendapatkan layanan.

Karena itu, Dhani berharap pasokan listrik segera kembali stabil. Menurutnya, kepastian layanan listrik sangat penting agar usaha kecil tetap berjalan.

“Kami berharap pasokan listrik kembali stabil karena kepastian layanan listrik sangat penting bagi pelaku usaha kecil agar tidak terus mengalami kerugian,” katanya.

Sementara itu, pelaku usaha berharap gangguan kelistrikan segera berakhir. Dengan begitu, aktivitas ekonomi dapat kembali normal dan pelanggan tidak lagi ragu datang ke tempat usaha.

Penulis/Reporter: Mada Al Madani

Baca juga  Kalsel Siap Punya Kodam Sendiri 2027, Pangdam Sebut Perkuat Pertahanan