fokus6.net, KABUPATEN BANJAR – Konstruksi Jembatan Aramco di Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan mengalami penurunan hingga sekitar 20 sentimeter.

Penurunan ini diduga terjadi setelah pondasi jembatan tergerus banjir besar yang melanda wilayah tersebut awal 2026 lalu.

Hingga kini belum ada perbaikan pada bagian jembatan yang mengalami penurunan tersebut.

Petugas hanya memasang spanduk imbauan agar pengendara berhati-hati saat melintasi jembatan tersebut.

Spanduk peringatan terpasang di sekitar lokasi jembatan untuk mengingatkan pengendara yang melintas setiap hari.

Pengendara terutama kendaraan bermuatan berat agar lebih waspada ketika melintas di atas jembatan tersebut.

Pergerakan pondasi jembatan menyebabkan bagian badan jembatan mengalami penurunan yang cukup terlihat.

Kondisi ini membuat pengendara harus memperlambat laju kendaraan ketika melewati jembatan tersebut.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR dan Pertanahan Kabupaten Banjar, Jimmy, mengatakan perbaikan belum bisa terlaksana pada tahun ini.

“Karena keterbatasan anggaran yang tersedia pada tahun anggaran berjalan,” ucapnya kepada fokus6.net, Senin (9/3/2026).

Menurut Jimmy, perbaikan fisik jembatan rencananya baru dapat terealisasi pada tahun anggaran berikutnya.

“Perbaikan membutuhkan dana sekitar empat hingga lima miliar rupiah dari APBD Kabupaten Banjar,” tutur Jimmy.

Penulis/Reporter: Sairi

Baca juga  Legenda Persepan Kembali, Hazaz 'Tukangi' Putera Kusan FC