fokus6.net, JAKARTA — Perjalanan menuju sekolah berubah menjadi momen menegangkan bagi seorang siswi SDN Jugosari 3 di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Anak bernama Vita, warga Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, terseret banjir lahar Gunung Semeru saat menyeberangi aliran Sungai Regoyo bersama ayahnya.

Peristiwa itu terjadi di daerah aliran sungai Regoyo yang selama ini menjadi jalur alternatif warga menuju sekolah. Jembatan limpas yang sebelumnya menjadi satu-satunya akses penghubung telah terputus akibat terjangan banjir lahar Semeru pada tahun lalu, sehingga warga terpaksa melintasi sungai secara langsung.

Pagi itu, Vita dibonceng sang ayah menggunakan sepeda motor dari rumah mereka menuju SDN 3 Jugosari. Saat melintasi aliran sungai, arus lahar yang masih cukup deras diduga tidak diperhitungkan dengan cermat.

Abdul Rohim, warga setempat, menuturkan bahwa biasanya masyarakat lebih dulu memeriksa kedalaman dan kekuatan arus sebelum menyeberang. “Biasanya warga turun dulu untuk mengecek kondisi air. Namun orang tua siswi tersebut langsung menyeberang,” ujarnya di Jugosari, Selasa (24/2/2026).

Ketika sepeda motor berada di tengah aliran, derasnya arus membuat ban depan kehilangan keseimbangan. Kendaraan pun oleng dan keduanya terjatuh. Ayah dan anak itu terseret arus lahar sejauh kurang lebih lima meter dari titik awal mereka terjatuh.

Suasana sempat panik ketika terdengar teriakan Vita meminta pertolongan. Warga yang berada di sekitar sungai segera bergegas membantu dan menarik keduanya ke tepi aliran.

Keduanya berhasil diselamatkan, namun Vita mengalami luka di bagian lutut akibat terbentur batu di dasar sungai. Seragam sekolahnya pun basah sepenuhnya sehingga ia tidak dapat melanjutkan perjalanan ke sekolah dan harus kembali ke rumah.

“Awalnya hendak berangkat sekolah, tetapi akhirnya pulang lagi karena seragam basah dan kakinya luka,” kata Rohim.

Selain menyebabkan luka ringan pada korban, peristiwa itu juga membuat sepeda motor yang digunakan mogok karena kemasukan air. Kejadian ini kembali menyoroti risiko yang dihadapi warga Dusun Sumberlangsep setiap kali harus melintasi aliran lahar demi beraktivitas, terutama anak-anak yang hendak bersekolah.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net