fokus6.net, TANAH BUMBU — Pasar Kuliner Jadul Tempo Dulu yang berada di Desa Wisata Agro Technopark Batulicin Irigasi, Kecamatan Karang Bintang, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, kian ramai dikunjungi wisatawan, khususnya para pecinta makanan tradisional lawas.

Destinasi wisata baru ini mampu menyedot ribuan pengunjung dari berbagai daerah, terutama saat akhir pekan.

Nuansa tempo dulu yang dihadirkan membuat pasar ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin bernostalgia sekaligus menikmati kuliner khas tradisional.

Suasana jadul sangat terasa begitu memasuki area pasar. Lokasinya yang berada di tengah hutan dengan aliran sungai alami menambah kesan asri dan natural.

Puluhan kedai berbahan kayu dan daun kelapa berjajar di bawah pepohonan rindang, menjajakan aneka jajanan klasik tempo dulu.

Tak hanya itu, para pedagang juga mengenakan busana tradisional. Makanan disajikan menggunakan daun pisang, sementara transaksi jual beli dilakukan dengan koin kayu yang telah disiapkan pengelola.

Alunan musik tradisional semakin menguatkan suasana nostalgia, menghadirkan pengalaman wisata yang sarat dengan nilai budaya lokal.

Pada Minggu pagi, ribuan pengunjung tampak memadati kawasan Pasar Kuliner Jadul ini. Mereka bahkan rela mengantre di sejumlah kedai yang menyajikan makanan lawas favorit.

Salah satu pengunjung, Lamsakdir, mengaku sengaja datang untuk merasakan kembali suasana masa lalu.

“Saya suka datang ke sini karena suasananya benar-benar mengingatkan masa kecil dulu. Makanannya juga banyak pilihannya dan rasanya khas,” ujarnya.

Kepala Desa Batulicin Irigasi, Supriyadi, mengatakan Pasar Kuliner Jadul ini telah menjadi magnet wisata baru bagi masyarakat.

Sejak dibuka sekitar satu setengah tahun lalu, pasar ini rutin digelar setiap bulan pada pekan kedua dan jumlah pengunjung terus mengalami peningkatan signifikan.

“Setiap event, pengunjung bisa mencapai empat sampai lima ribu orang dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan,” kata Supriyadi.

Ia juga menyebutkan, perputaran uang dari transaksi yang menggunakan koin kayu mencapai sekitar Rp120 juta dalam setiap penyelenggaraan pasar.

Ke depan, pihak desa berencana menambah daya tarik baru dengan menghadirkan pasar ternak dan hasil pertanian di area yang sama.

“Nantinya bukan hanya tempat jual beli, tapi juga menjadi sarana edukasi bagi anak-anak dan remaja,” jelasnya.

Bagi masyarakat yang ingin berkunjung, lokasi Pasar Kuliner Jadul ini terbilang strategis karena hanya berjarak sekitar 20 menit perjalanan darat dari ibu kota Kabupaten Tanah Bumbu.

Untuk menikmati kuliner, pengunjung terlebih dahulu menukarkan uang dengan koin kayu bernilai Rp2.000 hingga Rp10.000.

Pengelola juga telah melengkapi kawasan wisata ini dengan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari wahana bermain anak, taman bersantai, kolam pemancingan, hingga fasilitas toilet, sehingga pengunjung dapat berwisata dengan nyaman.

Penulis/Reporter: Zainal Hakim