fokus6.net, BARITO KUALA – Helikopter water bombing jatuh saat mengambil air di Sungai Barito, Desa Tabatan Baru, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Minggu (8/11/2026) siang.

Insiden sekitar pukul 12.15 WITA itu mengejutkan warga yang berada di sekitar lokasi. Sejumlah warga langsung bergerak menggunakan perahu untuk menolong awak helikopter.

Dari rekaman video warga, dua kru berhasil naik ke perahu nelayan. Sementara itu, informasi terbaru menyebutkan seorang pilot masih hilang.

Helikopter Kesulitan Terbang Setelah Mengambil Air

Sebelum jatuh, helikopter tersebut menjalankan misi pengambilan air untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Rekaman warga memperlihatkan helikopter terbang rendah di atas Sungai Barito.

Namun, setelah mengambil air, helikopter tampak kesulitan naik. Tak lama kemudian, pesawat itu masuk ke sungai.

Warga kemudian mendekati lokasi dan mengevakuasi dua kru. Keduanya diduga warga negara asing (WNA), tetapi identitas mereka belum diketahui.

Basarnas Bergerak Menuju Lokasi

Kasi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin, Bram Madya Temara, membenarkan informasi kecelakaan tersebut.

Ia mengatakan tim SAR segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

“Tim segera merapat ke lokasi,” ujar Bram, Minggu (8/11/2026).

Sementara itu, informasi dari warga menyebutkan pilot belum muncul ke permukaan. Pilot dugaannya masih berada di dalam helikopter saat pesawat masuk ke sungai.

Warga juga menyebut pilot mengenakan sabuk pengaman ketika insiden terjadi. Namun, kondisi dan keberadaannya masih belum dapat dipastikan.

Identitas Helikopter Belum Terverifikasi

Informasi yang beredar menyebut helikopter tersebut berjenis Eurocopter EC225LP Super Puma II+ dengan nomor registrasi VH-HGM. Namun, pihak berwenang belum mengonfirmasi jenis maupun registrasi pesawat itu.

Begitu pula dengan informasi mengenai jumlah penumpang dan dugaan keterlibatan WNA. Hingga berita ini terbit, belum ada keterangan resmi yang memastikan identitas seluruh awak.

Baca juga  Gabungan Mahasiswa Geruduk DPRD Tanah Laut, Suarakan Dugaan Penyelewengan Solar Subsidi

Sebelumnya, informasi awal dari jejaring relawan sekitar pukul 12.21 WITA menyebut tidak ada korban. Akan tetapi, perkembangan berikutnya menunjukkan masih ada pilot yang belum ditemukan.

Hingga kini, pencarian masih berlangsung. Basarnas dan unsur terkait terus menuju lokasi untuk memastikan kondisi seluruh awak serta menangani proses evakuasi.

Penulis/Reporter: Fahrulani