fokus6.net, TABALONG – Kabut asap tebal menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10/2026). Kondisi ini mengganggu jarak pandang pengendara di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berlangsung selama lebih dari empat bulan.

Asap mulai menyelimuti kawasan tersebut sekitar pukul 06.00 Wita. Sejumlah ruas jalan tertutup kabut tebal sehingga pengendara harus lebih berhati-hati saat melintas.

Menjelang pukul 10.00 Wita, kondisi berangsur membaik. Namun, ancaman buruknya kualitas udara masih menjadi perhatian masyarakat.

Data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang disebut dapat diakses masyarakat secara mandiri menunjukkan angka yang dilaporkan menembus 1.000. Angka tersebut masuk kategori berbahaya, meski sumber dan waktu pembaruan data perlu konfirmasi kembali.

Warga Tetap Beraktivitas di Tengah Asap

Meski kabut asap mengganggu aktivitas, sejumlah warga tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bahkan, sebagian pengendara masih melintas tanpa menggunakan masker.

Salah seorang warga Tabalong, Prio, mengatakan asap mengganggu kegiatan sehari-hari sekaligus menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan. Namun, tuntutan ekonomi membuat warga tetap harus beraktivitas.

“Kabut asap ini sangat mengganggu aktivitas dan juga mengkhawatirkan bagi kesehatan. Namun, karena tuntutan ekonomi, kami tetap harus beraktivitas meskipun kondisi udara masih dipenuhi asap,” ujar Prio.

Karena itu, warga perlu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker yang sesuai dapat membantu mengurangi paparan partikel dari asap, meski tidak sepenuhnya menghilangkan risiko kesehatan.

Karhutla Picu Kabut Asap di Tabalong

Kabut asap yang menyelimuti Tabalong berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan. Kebakaran yang berlangsung selama berbulan-bulan turut mengganggu kualitas udara dan aktivitas masyarakat.

Selain mengurangi jarak pandang, paparan asap dapat memicu iritasi mata serta gangguan pernapasan. Risiko tersebut perlu mendapat perhatian, terutama bagi anak-anak, lansia, dan warga yang memiliki penyakit pernapasan.

Baca juga  Polda Kalsel Kerahkan 100 Personel BKO dari Bali untuk Perkuat Pemadaman Karhutla

Masyarakat sebaiknya membatasi kegiatan di luar ruangan saat asap menebal. Selain itu, warga perlu memantau informasi kualitas udara dari instansi resmi dan segera mencari pertolongan medis jika mengalami sesak napas atau keluhan berat.

Penulis/Reportee: Tim Liputan fokus6.net