Polda Kalsel Uji Surfaktan PYROX untuk Padamkan Karhutla Lewat Udara, KSAD dan Kepala BNPB Tinjau Lokasi
fokus6.net, BANJARBARU – Polda Kalimantan Selatan menyiapkan inovasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menggunakan cairan surfaktan PYROX melalui udara. Metode ini mengombinasikan air dan surfaktan untuk membantu memadamkan titik api, termasuk di lahan gambut.
Kapolda Kalsel Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan menyambut kedatangan KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita dan Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi di VIP Room Lanud Syamsudin Noor, Banjarbaru, Senin (19/10/2026) pagi.
Kunjungan tersebut berfokus pada penanganan karhutla sekaligus pengujian inovasi pemadaman. Setelah penyambutan, Kapolda bersama unsur Forkopimda mendampingi rombongan menuju Jalan Gubernur Syarkawi untuk melihat proses pemadaman di lapangan.
Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid menjelaskan, rombongan kemudian melanjutkan peninjauan ke lahan jagung Polda Kalsel di Pal 17. Di lokasi ini, mereka melihat persiapan embung mini portabel dan pengujian metode pemadaman berbasis surfaktan.
Polda Kalsel Siapkan Embung Portabel untuk Water Bombing
Petugas menyiapkan embung mini portabel sebagai tempat penampungan air. Embung tersebut memiliki panjang sekitar 20 meter dan kedalaman dua meter, dengan target penyelesaian pada Senin sore.
Selanjutnya, petugas akan mencampurkan air dari embung dengan surfaktan khusus jenis PYROX. Helikopter water bombing kemudian membawa campuran tersebut untuk dijatuhkan langsung ke titik api.
Menurut Nur Khamid, uji coba ini menjadi proyek percontohan untuk mengukur efektivitas penggunaan surfaktan PYROX melalui udara. Sebelumnya, petugas lebih sering menggunakan cairan tersebut melalui metode penyuntikan dari darat atau grounding.
Uji Coba Sasar Titik Api di Lahan Gambut
Melalui pengujian ini, tim ingin mengetahui efektivitas campuran air dan surfaktan saat memadamkan api dari udara. Hasilnya juga dapat menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan metode penanganan karhutla berikutnya.
Selain itu, sinergi TNI, Polri, BNPB, dan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam upaya penanganan kebakaran. Kolaborasi tersebut diharapkan mempercepat pemadaman, terutama pada titik api yang berada di bagian dalam lahan gambut.
Penulis/Reporter: Fahrulani

Tinggalkan Balasan