fokus6.net, KABUPATEN BANJAR – Enam relawan tumbang saat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Bincau, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Mereka mengalami sesak napas dan pusing saat berjuang mengendalikan api.

Selanjutnya, petugas membawa keenam relawan ke Rumah Sakit Ratu Zalecha Martapura untuk menjalani perawatan.

Saat itu, kobaran api mendekati permukiman warga. Karena itu, para relawan berusaha mencegah api meluas ke rumah penduduk.

Namun, asap pekat menghambat upaya pemadaman hingga sejumlah relawan mengalami gangguan pernapasan.

Asap Pekat Membuat Relawan Tumbang

Salah satu relawan, Hasan, mengaku mengalami sesak napas ketika berusaha memadamkan api yang mendekati permukiman warga.

“Sesak napas saya rasakan saat berupaya memadamkan api yang mendekati permukiman warga,” ujar Hasan.

Kondisi tersebut membuat Hasan kesulitan melanjutkan pemadaman.

Sementara itu, lima relawan lainnya juga mengalami gangguan kesehatan hingga membutuhkan penanganan medis.

Bupati Banjar Tanggung Biaya Perawatan

Bupati Banjar Saidi Mansyur menyampaikan keprihatinannya atas insiden yang menimpa enam relawan tersebut.

Ia memastikan Pemkab Banjar menanggung seluruh biaya perawatan mereka.

“Pemerintah Kabupaten Banjar akan menanggung seluruh biaya perawatan enam relawan yang mengalami gangguan kesehatan saat memadamkan karhutla,” ujar Saidi Mansyur.

Penulis/Reporter: Sairi

Baca juga  Karhutla di Kabupaten Banjar Merembet ke Sawah, Padi Siap Panen Ikut Hangus