fokus6.net, KABUPATEN BANJAR – Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar, I Gusti Nyoman Yudiana, tetap berkantor seperti biasa pada Selasa (13/10/2026).

Namun, namanya menjadi sorotan setelah muncul isu dugaan utang-piutang dan commitment fee proyek senilai Rp3 miliar.

Selain itu, muncul dugaan bagi-bagi proyek di lingkungan Dishub Banjar. Isu tersebut ramai beredar di media sosial dalam sepekan terakhir.

Di tengah persoalan itu, Nyoman dugaannya sempat menemui pemberi utang di kantornya.

Dalam pertemuan tersebut, ia berjanji mengusahakan pembayaran utang dalam waktu dekat.

“Jumat saya usahakan,” ujar Nyoman kepada pemberi utang.

Sementara itu, seorang aktivis LSM di Kabupaten Banjar mengungkap dugaan transaksi proyek yang menyeret nama Nyoman.

Menurut informasi, Nyoman dugaannya menjanjikan proyek senilai Rp3 miliar dan menerima commitment fee di awal.

“Informasi yang saya dapat, yang bersangkutan dugaannya menjanjikan proyek senilai Rp3 miliar di Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar dan sudah menerima commitment fee di awal,” ungkap aktivis tersebut.

Ia juga menyebut proyek yang dijanjikan diduga fiktif. Meski begitu, ia mengaku belum mengetahui kepastian hukum atas informasi tersebut.

“Kalau kepastian hukumnya saya belum tahu, tetapi isu itu yang berkembang kuat di luar,” tambahnya.

Bupati Banjar Sebut Nyoman Berjanji Menyelesaikan Masalah

Bupati Banjar, Saidi Mansyur, turut merespon mengenai persoalan yang menyeret bawahannya. Saidi menyebut masalah tersebut sebagai urusan pribadi Nyoman.

“Urusan pribadi, berjanji menyelesaikan,” tegas Saidi.

Namun, Saidi tidak menjelaskan lebih jauh persoalan yang yang menyeret nama Kadishub Banjar itu.

Sementara saat fokus6.net konfirmasi ulang via WhatsApp pada Selasa (13/10/2026) kemarin, Kadishub Banjar tak kunjung merespon.

Hingga Rabu (14/10/2026) malam, pesan lewat WhatsApp yang terkirim ke nomor bersangkutan hanya memperlihatkan centang dua tanpa ada tanggapan.

Baca juga  Bupati Banjar Janji Panggil Penambang Usai Jalan Desa Biih Rusak