fokus6.net, BANJARMASIN – Tangis histeris pecah di rumah duka Sugianto di Jalan Cenderawasih, Gang Kelurahan Raya, Kelurahan Belitung Selatan, Banjarmasin Barat, Senin (28/9/2026) malam.

Peti jenazah Sugianto tiba setelah tim DVI Polda Kalsel mengidentifikasi dirinya sebagai salah satu korban KM Virgo Transport 8.

Begitu peti berwarna biru tiba, tangisan keluarga langsung pecah. Sang ibu bahkan tersungkur dan memeluk peti jenazah putranya.

“Anakku. Anakku,” teriak ibu Sugianto sambil menangis.

Kerabat dan anggota kepolisian kemudian berusaha menenangkan keluarga. Sementara itu, warga sekitar mulai menyiapkan rumah duka untuk pemakaman.

Istri Sugianto Menunggu Lebih dari Dua Pekan

Sekitar dua jam sebelumnya, suasana berbeda terlihat di RS Bhayangkara Banjarmasin.

Tim DVI Polda Kalsel mengumumkan Sugianto sebagai satu dari 16 korban KM Virgo Transport 8 yang berhasil teridentifikasi.

Istri Sugianto, Yuliani, kemudian membawa putra semata wayangnya keluar dari rumah sakit. Bocah berusia tujuh tahun itu bernama Raffi dan kini duduk di kelas 1 sekolah dasar.

Raffi mengenakan pakaian serba putih dan peci. Ia duduk bersama ibunya serta sejumlah kerabat sambil menunggu proses pemulangan jenazah ayahnya.

Namun, Raffi belum mengetahui bahwa sang ayah telah meninggal dunia. Yuliani masih berusaha menjelaskan keadaan tersebut kepada putranya.

“Enggak ngerti dia. Abahku selamat katanya,” ujar Yuliani.

Sementara itu, Yuliani sudah menunggu kabar Sugianto selama lebih dari dua pekan. Suaminya sehari-hari bekerja sebagai sopir ekspedisi antarpulau.

Sugianto berangkat bersama seorang rekannya yang bertugas sebagai kernet. Sampai hari ke-16 operasi SAR, rekannya itu masih masuk dalam daftar korban yang belum ditemukan.

Yuliani Baru Tahu Sugianto Hilang

Yuliani mengaku tidak memiliki firasat buruk sebelum Sugianto berangkat bekerja. Komunikasi terakhir keduanya juga berlangsung singkat karena saat itu Yuliani sedang sibuk.

Baca juga  Dua Hari Berturut Tak Ada Korban Baru di Bangkai KM Virgo, Penyelam Sudah Sisir Semua Area Aman

Kemudian, pada Selasa (15/9/2026), Yuliani mendapat kabar dari teman suaminya. Saat itu, ia baru mengetahui Sugianto menjadi penumpang KM Virgo Transport 8.

Yuliani tidak memiliki ponsel. Karena itu, informasi tentang kecelakaan kapal tersebut baru ia terima beberapa hari setelah kapal hilang kontak.

“Pertama tuh engga percaya sih,” ujar Yuliani.

Setelah itu, adik Sugianto datang dan memastikan kabar tersebut. Yuliani kemudian mendatangi Pelabuhan Trisakti Banjarmasin untuk memastikan nama suaminya masuk dalam daftar penumpang.

Sejak saat itu, Yuliani terus menunggu kabar Sugianto. Ia juga mengaku sering memimpikan suaminya selama masa pencarian.

“Entah kenapa mimpi dia terus,” katanya.

Dalam mimpinya, Sugianto tidak berbicara. Ia hanya terlihat mengenakan pakaian sehari-hari.

“Dia enggak ngomong. Cuman kayak biasa pakai kaos, topi, gitu aja. Cuman nengok-nengok sekilas,” tuturnya.

Tinggalkan Istri dan Anak Semata Wayang

Kini, penantian Yuliani berakhir setelah jenazah Sugianto berhasil teridentifikasi. Ia mengaku sudah menerima kepergian suaminya setelah lebih dari dua pekan menunggu.

Namun, Yuliani masih harus menjelaskan kepergian ayah kepada putra mereka. Raffi sebelumnya terus berharap ayahnya pulang dalam keadaan selamat.

Di sisi lain, Yuliani harus melanjutkan hidup bersama anaknya. Selama Sugianto bekerja lintas pulau, ia ikut membantu kebutuhan keluarga dengan berjualan sayur ke sejumlah sekolah.

Dari usaha tersebut, Yuliani mendapat penghasilan sekitar Rp10 ribu per hari. Kini, penghasilan itu menjadi salah satu sumber untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan putra semata wayangnya.

Salah satu kerabat keluarga, Gusti Rizal, mengatakan Yuliani dan Sugianto merupakan pasangan yang sama-sama giat bekerja.

“Yuli ini pekerja keras, selama almarhum kerja. Dia juga kerja jual sayur ke sekolah-sekolah, dari situ ia dapat 10 ribu sehari, jajan anaknya saja sehari dua ribu,” tutur Rizal.

Baca juga  Menhub Dudy Purwagandhi Pantau Pencarian KM Virgo Transport 8, Enam Meninggal Dunia

Sementara itu, warga mulai bergotong royong menyiapkan rumah duka. Mereka memasang tenda dan membantu berbagai kebutuhan pemakaman Sugianto.

Rencananya, keluarga memakamkan Sugianto pada Selasa (29/9/2026) pagi di alkah keluarga.

Bagi keluarga, kepastian kepulangan Sugianto sekaligus mengakhiri penantian panjang. Namun, kepergian Sugianto kini meninggalkan Yuliani dan Raffi untuk melanjutkan hidup tanpa sosok ayah di rumah.

Penulis/Reporter: Fahrulani