fokus6.net, TANAH LAUT – Pemkab Tala bergerak menangani persoalan air laut mulai masuk ke area persawahan warga Desa Tambak Karya, Kecamatan Kurau.

Pemerintah membangun tanggul dan pintu air baru di sekitar area persawahan.

Melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP), pembangunan tanggul mulai berjalan. Lokasinya berada tidak jauh dari tanggul lama yang jebol.

Jebolnya tanggul lama membuka jalan bagi air laut menuju persawahan. Akibatnya, sejumlah lahan pertanian warga ikut terdampak.

Selain itu, kondisi kemarau memperbesar kekhawatiran petani. Mereka kini menghadapi ancaman air laut sekaligus kekurangan pasokan air.

Aparatur Desa Tambak Karya, Rusbandi, mengatakan pembangunan pintu air baru sudah berjalan beberapa hari.

“Pembangunan pintu tanggul diperkirakan memakan waktu sekitar satu bulan,” kata Rusbandi.

Menurutnya, warga berharap pekerjaan tersebut berjalan lancar. Dengan begitu, tanggul baru dapat segera berfungsi menahan air laut.

Selain menahan air laut, pintu air juga membantu mengatur aliran air menuju kawasan pertanian. Pengaturan tersebut penting bagi petani selama musim kemarau.

Di sisi lain, warga masih memantau kondisi sawah mereka. Air laut yang masuk dapat mengganggu tanaman padi dan meningkatkan risiko gagal panen.

Karena itu, petani berharap pemerintah mempercepat penyelesaian pembangunan. Mereka ingin tanggul baru segera bekerja sebelum dampak air laut semakin luas.

Pemkab Tanah Laut juga terus menangani persoalan lahan pertanian terdampak. Pemerintah berupaya menjaga produktivitas sawah warga di tengah ancaman kemarau dan air laut.

Penulis/Reporter: Basuki Rahmat

Baca juga  Kisah Sukses Petani Muda di Tanah Laut, Panen Cabai Keriting Hingga 6 Ton