fokus6.net, TANAH LAUT – Kabut asap karhutla mulai mengganggu kegiatan belajar siswa di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Kondisi paling terasa di wilayah Bati-Bati dan Tambang Ulang.

Karena itu, sejumlah sekolah mulai menyesuaikan kegiatan belajar. Salah satunya UPTD SDN 2 Pandahan di Kecamatan Bati-Bati.

Sekolah tersebut mengundur jam masuk siswa dari pukul 08.00 menjadi 09.00 WITA. Kebijakan itu berlaku saat kabut asap masih pekat pada pagi hari.

Menurut pihak sekolah, kondisi udara menjadi pertimbangan utama. Selain itu, jarak pandang juga menurun sehingga lingkungan sekolah kurang nyaman untuk kegiatan belajar.

Kepala UPTD SDN 2 Pandahan Isnaniah mengatakan sekolah terus melihat kondisi udara sebelum memulai pembelajaran. Ia juga tidak ingin memaksakan siswa belajar saat asap terlalu pekat.

“Kalau asapnya terlalu pekat, kami tidak bisa memaksakan anak-anak untuk belajar seperti biasa. Karena itu, jam masuk kami undur sambil melihat kondisi di lapangan,” ujar Isnaniah.

Sebelumnya, sekolah bahkan sempat menunda kegiatan belajar mengajar. Saat itu, kabut asap cukup tebal sehingga pihak sekolah memilih menghentikan sementara aktivitas pembelajaran.

Sekolah Ikuti Kondisi Kabut Asap Akibat Karhutla

Selain mempertimbangkan kondisi lingkungan, sekolah juga mengacu pada Surat Edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Laut. Aturan tersebut memberi ruang bagi sekolah di wilayah terdampak untuk menyesuaikan waktu belajar.

Dengan demikian, jam belajar dapat berubah sesuai kondisi di lapangan. Sekolah juga terus memantau perkembangan kabut asap sebelum menentukan kegiatan berikutnya.

Sementara itu, siswa tetap mengikuti pembelajaran setelah kondisi udara membaik. Pihak sekolah berharap kabut asap segera berkurang sehingga kegiatan belajar kembali berjalan seperti biasa.

Penulis/Reporter: Basuki Rahmat

Baca juga  Truk Batu Bara Masih Melintas di Jalan Desa Biih, Kades Minta Pemkab Banjar Turun Tangan