fokus6.net, BANJARMASIN – Air Sungai Martapura di Banjarmasin terasa payau hingga asin selama hampir dua pekan terakhir.

Kondisi tersebut terjadi saat debit sungai terus menurun akibat musim kemarau. Akibatnya, air laut masuk ke aliran Sungai Martapura dan meningkatkan kadar garam.

Kondisi air asin juga dirasakan warga di Jalan Teluk Tiram, Kecamatan Banjarmasin Barat. Warga masih menggunakan air sungai untuk mandi, mencuci, dan kebutuhan kakus.

Salah seorang warga, Irma, mengatakan perubahan rasa air sungai sudah berlangsung hampir dua pekan.

Kondisi serupa juga terdeteksi di Intake Sungai Bilu yang menjadi salah satu sumber air baku PAM Bandarmasih. Pada Jumat (21/8/2026) pagi, kadar garam di lokasi mencapai 1.233 PPM.

Pada saat yang sama, ketinggian air sungai tercatat sekitar 2 meter 76 sentimeter. Kadar garam tersebut meningkat saat air sungai mulai surut.

Direktur Utama PAM Bandarmasih, Zulbadi, mengatakan kadar garam di atas 1.000 PPM mulai terdeteksi sejak pukul 03.00 WITA.

“Di atas 1.000 PPM mulai terdeteksi sejak pukul tiga dini hari, saat air sungai mulai surut,” ujar Zulbadi.

PAM Bandarmasih Kurangi Operasional Pompa

Untuk mengatasi kondisi tersebut, PAM Bandarmasih mengurangi operasional pompa di IPA 1. Saat ini, hanya satu pompa yang beroperasi.

Selain itu, PAM Bandarmasih mencampur air dari Sungai Bilu dengan air dari IPA 1. Langkah tersebut bertujuan menekan kadar garam sebelum air masuk ke sistem produksi.

Zulbadi meminta masyarakat menghemat penggunaan air selama kondisi air baku masih darurat. Warga juga diminta menyiapkan tandon, ember, atau wadah penampungan air.

Penulis/Reporter: Ahmad Fauzie

Baca juga  Kapal Nelayan Rusak Usai Ditabrak Tongkang Pacific 3028 di Dermaga Banjar Raya Banjarmasin