fokus6.net, BANJARMASIN – Enam tahun berlalu sejak Muhammad Arsyad alias Kai Api meninggal dunia. Namun, nama atlet sekaligus ikon atraksi api itu masih melekat di ingatan masyarakat Banua.

Keluarga menggelar haul ke-6 Kai Api di kediamannya, Jalan Bina Karya, Kelurahan Pelambuan, Banjarmasin Barat, Kamis (20/8/2026) petang. Selain keluarga, sejumlah kerabat, praktisi olahraga, dan warga turut hadir.

Acara berlangsung sederhana dengan pembacaan Maulid. Setelah itu, keluarga dan tamu mengenang perjalanan hidup serta prestasi Kai Api.

Dari Atlet Lari hingga Ikon Atraksi Api

Muhammad Arsyad lahir di Alabio, Kabupaten Hulu Sungai Utara, pada 13 Mei 1939. Sejak muda, ia menekuni olahraga lari dan kemudian meraih sejumlah prestasi.

Salah satu prestasinya tercatat dalam kejuaraan tingkat Asia pada 1994. Saat itu, Kai Api berhasil meraih posisi kedua.

Selain olahraga, ia kemudian dikenal lewat atraksi akrobatik bermain api. Aksinya menghiasi berbagai acara dan ruang publik di Banjarmasin.

Karena itu, atraksi api menjadi ciri khas yang melekat pada sosok Kai Api. Namanya pun turut dikenal sebagai salah satu tokoh yang mewarnai dunia hiburan dan pariwisata Banua.

Anak kedelapan Kai Api, Supian, mengenang ayahnya sebagai sosok pekerja keras. Menurutnya, sang ayah selalu menjaga semangat dalam berbagai aktivitas.

“Bapak itu orangnya pekerja keras. Dari dulu sebagai atlet sampai menjadi pemain atraksi api, beliau selalu punya semangat untuk memberikan yang terbaik,” ujar Supian.

Bagi keluarga, Kai Api meninggalkan lebih dari sekadar kenangan. Ia juga mewariskan semangat dan ketekunan yang terus mereka ingat.

Sementara itu, praktisi olahraga Yudha Pribadi menilai perjalanan Kai Api cukup unik. Ia melihat Kai Api mampu menggabungkan prestasi olahraga dengan atraksi yang menghibur masyarakat.

Baca juga  Kabut Asap Selimuti Banjarmasin, Pelabuhan Trisakti Tetap Layani Bongkar Muat

“Beliau bukan hanya seorang atlet, tetapi juga sosok yang mampu menginspirasi masyarakat melalui prestasi dan atraksinya,” kata Yudha.

Menurut Yudha, perjalanan tersebut membuat nama Kai Api tetap mendapat tempat di tengah masyarakat. Terlebih, ia pernah mengukir prestasi sekaligus menghibur warga melalui atraksi khasnya.

Muhammad Arsyad alias Kai Api meninggal dunia di Banjarmasin pada 16 Juli 2020. Saat itu, ia berusia 81 tahun.

Meski enam tahun telah berlalu, keluarga dan masyarakat masih mengenang sosoknya. Haul kali ini pun menjadi kesempatan untuk kembali mengingat perjuangan, prestasi, dan karya Kai Api.

Penulis/Reporter: Ahmad Fauzie