fokus6.net, BANJARBARU – Luas lahan terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan mencapai 3.387,90 hektare hingga 11 Agustus 2026.

Berdasarkan data BPBD Kalsel, angka tersebut berasal dari 1.051 kejadian karhutla. Selain itu, petugas juga mencatat 5.695 titik panas di berbagai wilayah.

Karhutla masih muncul di sejumlah daerah. Karena itu, BPBD Kalsel terus memperkuat penanganan untuk mencegah api meluas.

Kota Banjarbaru menjadi salah satu wilayah dengan kejadian karhutla cukup tinggi. Kondisi tersebut membuat petugas meningkatkan pemantauan di sejumlah kawasan rawan.

Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra, mengatakan tim terus mengandalkan satgas darat dan satgas udara.

“Penanganan kami lakukan bersama satgas darat dan satgas udara. Untuk satgas udara, kami melaksanakan water bombing,” kata Ronny.

Sementara itu, satgas darat melakukan pemadaman bersama BPBD kabupaten dan kota. Tim juga melibatkan TNI-Polri, Dinas Kehutanan, Manggala Agni, serta unsur terkait lainnya.

Di sisi lain, satgas udara menyasar lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Tim menggunakan operasi water bombing untuk membantu memadamkan api dari udara.

Selain memperkuat personel, BPBD Kalsel juga menambah titik pemantauan. Saat ini, BPBD mendirikan 14 pos lapangan di sejumlah kawasan rawan karhutla.

Dari jumlah tersebut, lima pos berada di kawasan ring satu Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru.

Penempatan pos tersebut membantu petugas memantau potensi kebakaran di sekitar bandara. Dengan begitu, tim bisa bergerak lebih cepat saat menemukan titik api.

Meski karhutla masih terjadi, aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor masih relatif aman. BPBD Kalsel juga terus memantau kondisi di sekitar kawasan bandara.

Penulis/Reporter: Fahrulani

Baca juga  Atlet NPCI Banjarbaru Dapat Penghormatan Khusus Usai Harumkan Nama Daerah