fokus6.net, KABUPATEN BANJAR – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Banjar selama sekitar dua bulan terakhir mulai berdampak terhadap sektor pertanian. Sedikitnya 331 hektare lahan sawah mengalami kekeringan dan terancam gagal panen apabila hujan tidak segera turun.

Salah satu wilayah yang terdampak berada di Desa Keramat, Kecamatan Martapura Timur. Hamparan sawah di kawasan tersebut mulai mengering akibat minimnya pasokan air. Kondisi tanah terlihat retak-retak, sementara sebagian tanaman padi yang baru petani tanam mulai menguning dan layu.

Seorang petani, Ahmad Kosasi, mengaku hanya bisa berharap hujan segera turun untuk menyelamatkan tanamannya. Menurutnya, tidak adanya saluran irigasi di sekitar persawahan membuat petani tidak dapat memanfaatkan pompa air sebagai sumber pengairan alternatif.

“Kami hanya berharap hujan segera turun. Di sini tidak ada saluran air, jadi pompa juga tidak bisa untuk mengairi sawah. Kalau kemarau terus berlanjut, tanaman bisa gagal panen,” ujar Ahmad Kosasi.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Banjar, Warsita, mengatakan kekeringan telah melanda sedikitnya 331 hektare lahan sawah yang tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Martapura Timur, Martapura Barat, Martapura Kota, dan beberapa wilayah lainnya.

“Saat ini kami mencatat sekitar 331 hektare sawah terdampak kekeringan. Dinas terus melakukan pendataan dan pemantauan di lapangan untuk mengantisipasi meluasnya dampak kemarau terhadap lahan pertanian,” kata Warsita.

Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Banjar terus memantau perkembangan kondisi lahan sekaligus memperbarui data wilayah terdampak.

Penulis/Reporter: Sairi

Baca juga  Polda Kalsel Salurkan 2.244 Paket Sembako, Bantu Warga Jelang Hari Bhayangkara ke-80