fokus6.netBANJARMASIN – Ajakan Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda, untuk mendoakan PLN Kalselteng di tengah pemadaman listrik yang berulang menuai beragam reaksi warganet di platform Threads. Utas tersebut telah ditonton lebih dari 33 ribu kali dan dibanjiri ratusan komentar dalam dua hari terakhir.

Dalam utasnya, Hj. Ananda mengajak warga mendoakan kebaikan untuk PLN Kalselteng sebagai bentuk masukan yang bermanfaat.

“Semoga masukan ulun ini bermanfaat gasan buhan PLN (Perusahaan Listrik Negara) Kalselteng,” tulis Hj. Ananda.

Ia menjelaskan doa baik akan kembali kepada yang mendoakan.

“Kita doakan nang baik-baik ja gasan buhan sidin, doa nang baik pacang bebulik ke kita nang mendoakan dan begitupun sebaliknya, paham aja lo maksudnya?” tulisnya.

Ia juga menyinggung soal rumah dinasnya yang turut mengalami pemadaman, sebagai bantahan atas anggapan bahwa kediaman pejabat mendapat pengecualian.

“Anyway, rumah dinas ulun padam jua, telalu banar nang beolah hoaks kalau ada pengecualian gasan rumah dinas ulun,” tegasnya.

Sejumlah warganet mempertanyakan efektivitas ajakan berdoa sebagai solusi pemadaman yang berkepanjangan. Akun galihhluu mempertanyakan logika di balik ajakan tersebut.

“Doa yang balik ke buhannya? Buhannya kita bayar buat memberikan yang terbaik bu, malah disuruh ngirim doa pulang,” tulis galihhluu.

Kritik Warganet soal Solusi Ajakan Doa

Akun farahzry menilai solusi doa tidak cukup menjawab persoalan pemadaman yang terus berulang.

“Lalu bagaimana solusi gsn mati lampu kaya jaman purba nih? Apa hanya bedoa aja? Kd cukup rasa ulun bu ai,” tulisnya.

Senada, akun tinaagust.in menekankan pentingnya langkah konkret dari berbagai pihak, bukan sekadar doa.

“Masalah ini kada tidak hanya diselesaikan dengan do’a, tapi juga harus disertai keinginan banyak pihak terkait untuk menyelesaikan,” tulis tinaagust.in.

Kritik lebih tajam datang dari akun hestiagustine08 yang mendesak pemerintah kota menekan PLN secara langsung.

Baca juga  Pedagang Gorengan di Banjarmasin Ditangkap Usai Aniaya Tetangga hingga Tewas

“Solusinya cuman berdoa? Harusnya pian paksa buhan PLN utk stop pemadaman. Jelas itu bukan gangguan,” tulisnya.

Komentar dengan jumlah like tertinggi datang dari akun rina_dheaniatsarina yang menyoroti bahwa gaji pejabat maupun PLN berasal dari rakyat.

“Kada kawa bawa bedoa ja bu ae, pian gajih dari rakyat. Mun kami menggaji buhan pian lawan doa nang baik haja kayapa, kawa kah?” tulis rina_dheaniatsarina, yang meraih 315 like.

Sejumlah warganet turut menyoroti dampak ekonomi dari pemadaman berjam-jam terhadap pelaku UMKM. Akun yuliaawardani mengungkapkan omzet usahanya anjlok akibat pemadaman panjang.

“Kami UMKM merasakan banar efeknya kada kawa bejualan, kada bejualan = pemasukan kdda,” tulisnya.

Akun xoloririn170__ juga mengeluhkan respons yang ia terima saat melapor melalui aplikasi resmi PLN.

“Kami melapor ke PLN Mobile, sekalinya diteror nomor kdd dikenal, disuruh mencabut laporan,” tulisnya.

Akun duen.be mengingatkan seluruh pihak agar tidak membawa isu keagamaan masuk ke dalam persoalan teknis pelayanan publik.

“Jangan bawa-bawa agama, soal doa-doa lah jua, tuhan tau bu apa yg ada dibalik diri ibu sebenarnya,” tulis duen.be.

Sementara itu, akun bensyatha mengingatkan preseden penanganan krisis kelistrikan oleh gubernur sebelumnya.

“Gubernur Rudy Arifin pernah memblok sungai Barito karena Kalsel padam terus,” tulisnya.

Hingga berita ini terbit, ajakan berdoa yang Hj. Ananda sampaikan masih terus menuai komentar dari warganet yang menuntut solusi konkret atas pemadaman listrik di Kalimantan Selatan.

Penulis/Reporter: Tim Liputan