fokus6.net, KOTABARU – Pemerintah Desa Rampa, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru, menggelar pelantikan 18 Ketua Rukun Tetangga (RT) dengan konsep yang berbeda. Seluruh ketua RT mengikuti prosesi pelantikan mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.

Suasana pelantikan pun tampil lebih semarak. Alih-alih mengenakan pakaian dinas atau busana formal, para ketua RT memakai beragam busana adat, mulai dari pakaian adat Banjar hingga busana khas daerah lain di Nusantara.

Konsep tersebut menarik perhatian masyarakat yang hadir. Selain itu, pelantikan ini juga menjadi simbol persatuan di tengah keberagaman suku dan budaya yang hidup di Desa Rampa.

Kepala Desa Rampa, Samsir Alam, mengatakan pemakaian pakaian adat bukan sekadar menghadirkan suasana berbeda. Lebih jauh ia bilang, konsep itu membawa pesan bahwa keberagaman merupakan kekuatan yang harus terus dijaga dalam membangun desa.

“Melalui pakaian adat ini, kami ingin menunjukkan bahwa perbedaan suku dan budaya adalah kekuatan untuk membangun Desa Rampa,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua RT 1 Desa Rampa, Musdalifah, menyambut baik konsep pelantikan tersebut. Ia menilai kegiatan itu mampu mempererat kebersamaan sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap kekayaan budaya Indonesia.

Di sisi lain Pemerintah Desa Rampa berharap konsep pelantikan bernuansa budaya ini dapat terus berlangsung pada masa mendatang. Dengan demikian, semangat persatuan dan pelestarian budaya dapat terus tumbuh serta menginspirasi daerah lain.

Penulis/Reporter: Fauji Rahman

Baca juga  Voice of Borneo 2026 Guncang Amanah Borneo Park Banjarbaru, Ribuan Penonton Penuhi Venue