fokus6.net, BANJARBARU – Di tengah bergulirnya laporan dugaan penganiayaan di Polres Banjarbaru, Farid Rahman Ariffin mengungkap persoalan lain yang menurutnya menjadi awal dari hubungan yang tidak harmonis dengan keponakannya, eks Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin.

Farid mengaku sempat dipaksa mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Hulu Sungai Tengah pada Pemilu 2019. Padahal, saat itu ia mengaku telah memutuskan tidak lagi terjun ke dunia politik karena ingin fokus membangun usaha pabrik es.

Menurut Farid, keinginan tersebut berubah setelah Aditya memintanya tetap maju sebagai calon legislatif.

“Dahulu ada pinjaman tahun 2019 untuk maju Pemilu DPRD Barabai. Tahun 2018 saya sebenarnya sudah tidak mau mencalon lagi karena ingin mendirikan pabrik es. Tapi Aditya bilang, ‘Om, ini perintah Abah, harus ikut Pemilu’,” ujar Farid.

Farid mengatakan keputusan itu berdampak besar terhadap kondisi keuangannya. Ia mengaku menggunakan modal yang semula untuk membangun usaha sebagai biaya mengikuti kontestasi politik.

“Ternyata hasilnya seperti ini. Saya kalah dan modal yang saya siapkan untuk usaha pabrik es habis ikut terpakai,” katanya.

Farid juga mengungkapkan Aditya sempat memberikan uang sebesar Rp200 juta. Namun, ia menegaskan tidak pernah menganggap dana tersebut sebagai utang yang harus ia kembalikan.

“Saya menerima Rp200 juta dari Aditya, tetapi saya tidak pernah menganggap itu sebagai piutang,” ujarnya.

Pernyataan tersebut muncul di tengah proses penyelidikan laporan dugaan penganiayaan oleh Aditya Mufti Ariffin.

Di sisi lain, Aditya Mufti Ariffin membantah tuduhan telah melakukan penganiayaan terhadap pamannya. Menurutnya, tuduhan dari pelapor tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

“Dia bilang sama polisi dipukul, dia bilang dicekik. Kan nggak ada. Di lapangan itu banyak saksi. Tidak ada pertikaian seperti yang dituduhkan,” kata Aditya.

Baca juga  Kejurprov ORADO Kalsel 2026 Jaring Atlet Berbakat

Meski membantah tuduhan tersebut, Aditya menyatakan tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan di Polres Banjarbaru dan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada penyidik.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net