AI Masuk Ruang Kelas, Guru di Kalsel Berlomba Ciptakan Media Pembelajaran Inovatif
fokus6.net, BANJARMASIN – Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) mulai mewarnai dunia pendidikan di Kalimantan Selatan. Melalui Lomba Karya Inovatif (LKI), ratusan guru SMA, SMK, dan SLB bisa menciptakan media pembelajaran berbasis teknologi. Sehingga, proses belajar menjadi lebih interaktif dan mudah siswa pahami.
Kompetisi yang digelar UPTD Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (BTIKP) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan itu menjadi wadah bagi para guru untuk menunjukkan kreativitas dalam mengembangkan metode pembelajaran digital.
Tahun ini, panitia menerima 125 karya dari guru yang berasal dari 13 kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan. Selanjutnya, tim seleksi memilih 100 peserta untuk melaju ke babak semifinal setelah melalui proses penilaian secara daring.
Pemanfaatan AI menjadi salah satu tema yang paling menonjol dalam kompetisi tersebut. Sejumlah peserta menghadirkan media pembelajaran berupa game edukasi, papan interaktif. Termasuk juga aplikasi berbasis kecerdasan buatan yang mampu membantu siswa memahami materi pelajaran secara lebih menarik.
Kepala BTIKP Kalimantan Selatan, Sofyan Feriadi, mengatakan perkembangan teknologi harus seiring dengan peningkatan kompetensi guru. Menurutnya, AI bukan untuk menggantikan peran pendidik, melainkan menjadi alat bantu agar pembelajaran semakin efektif dan kreatif.
“Melalui kompetisi ini, kami ingin mendorong guru terus berinovasi. Pemanfaatan AI harus memberikan nilai tambah dalam proses belajar mengajar sehingga siswa lebih aktif dan mudah memahami materi,” ujar Sofyan Feriadi.
Sementara itu, dewan juri menilai setiap karya berdasarkan kualitas materi, desain, tampilan, inovasi, serta pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran. Dari 100 peserta semifinal, panitia akan memilih 10 karya terbaik sebelum menetapkan enam pemenang.
Dewan Juri LKI BTIKP Kalimantan Selatan, Arie Mursandi, menilai inovasi yang lahir dari para guru menunjukkan perkembangan positif dalam pemanfaatan teknologi pendidikan di daerah.
“Kami tidak hanya melihat tampilan aplikasinya, tetapi juga manfaatnya bagi siswa, kemudahan penggunaan, serta sejauh mana teknologi tersebut mampu meningkatkan kualitas pembelajaran,” kata Arie Mursandi.
Penulis/Reporter: Tim Liputan Fokus6.net

Tinggalkan Balasan