fokus6.net, KABUPATEN BANJAR – Ribuan bangkai ikan yang mengapung di Sungai Martapura membuat warga Desa Pingaran Ilir, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, kesulitan memperoleh air bersih. Bau menyengat dari ikan yang membusuk memaksa warga menghentikan penggunaan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari.

Selama dua hari terakhir, warga mengandalkan distribusi air bersih dari relawan pemadam kebakaran. Bantuan tersebut mereka gunakan untuk mandi, mencuci, memasak, hingga memenuhi kebutuhan rumah tangga lainnya.

Di sepanjang aliran sungai, ribuan bangkai ikan masih terlihat mengapung. Kondisi itu memicu pencemaran sekaligus menimbulkan aroma tidak sedap yang menyebar hingga ke permukiman warga.

Salah seorang warga, Mariatul Qibtiah, mengaku tidak lagi berani menggunakan air sungai karena baunya sangat menyengat. Menurutnya, kondisi tersebut sangat mengganggu aktivitas keluarga yang selama ini bergantung pada Sungai Martapura.

“Baunya sangat menyengat, jadi kami tidak berani lagi menggunakan air sungai. Sekarang kami menunggu bantuan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Mariatul Qibtiah.

Selain berharap distribusi air bersih terus berlanjut, warga juga meminta para pemilik keramba jala apung segera mengangkat bangkai ikan yang mati. Mereka khawatir bangkai ikan yang terus dibiarkan mengapung akan memperparah pencemaran dan memicu gangguan kesehatan.

Warga menilai bangkai sebaiknya pembudidaya kubur agar tidak terus mencemari Sungai Martapura dan mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar bantaran sungai.

Penulis/Reporter: Sairi

Baca juga  Kebakaran Permukiman di Martapura Timur Hanguskan 9 Bangunan