fokus6.net, KABUPATEN BANJAR – Pelaksanaan Grand Final Nanang dan Galuh Kabupaten Banjar 2026 di sebuah hotel di Kota Banjarbaru menuai sorotan dari DPRD Kabupaten Banjar.

Legislator menilai kegiatan yang dibiayai pemerintah daerah seharusnya berlangsung di wilayah Kabupaten Banjar agar mampu menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.

Sorotan tersebut datang dari Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Banjar, H. Irwan Bora. Menurutnya, keputusan menggelar grand final di luar daerah justru menghilangkan potensi perputaran ekonomi. Padahal jika berlangsung di daerah sendiri, seharusnya dapat berdampak bagi pelaku usaha di Kabupaten Banjar, seperti sektor perhotelan, katering, hingga usaha mikro.

“Kalau kegiatan terlaksana di Kabupaten Banjar, tentu dampak ekonominya akan masyarakat kita rasakan. Jangan sampai anggaran daerah justru memberikan manfaat bagi daerah lain,” ujar Irwan Bora.

Selain menyoroti lokasi pelaksanaan, Irwan Bora juga mempertanyakan efektivitas program Nanang dan Galuh sebagai duta wisata. Ia menilai keberadaan duta wisata belum menunjukkan hasil yang signifikan. Terlebih lagi dalam memperkenalkan maupun meningkatkan kunjungan ke destinasi wisata di Kabupaten Banjar.

Menurutnya, program yang setiap tahun menghabiskan anggaran daerah harus memiliki indikator keberhasilan yang jelas. Tidak sekadar menghasilkan pemenang dalam ajang pemilihan.

“Kita ingin melihat dampaknya. Sejauh mana Nanang dan Galuh mampu mempromosikan objek wisata, meningkatkan kunjungan wisatawan, hingga mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.

Irwan Bora turut mengkritik kebiasaan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) maupun pemerintah desa yang masih kerap menggelar kegiatan resmi di luar Kabupaten Banjar.

Padahal, belanja pemerintah dapat menjadi instrumen untuk menggerakkan ekonomi lokal apabila kegiatan berlangsung di wilayah sendiri.

Karena itu, DPRD meminta pemerintah daerah mengevaluasi kebijakan tersebut.

Ia berharap kegiatan yang menggunakan anggaran daerah ke depan lebih memprioritaskan fasilitas yang ada di Kabupaten Banjar. Sehingga manfaat ekonominya dapat langsung masyarakat rasakan.

Baca juga  Penertiban PKL PPS Martapura Memanas, Muncul Isu Pungli

Penulis/Reporter: Sairi