fokus6.net, KABUPATEN BANJAR – Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar mengakui peran Nanang dan Galuh sebagai duta wisata daerah belum berjalan maksimal. Evaluasi itu muncul di tengah penyelenggaraan kembali ajang pemilihan Nanang dan Galuh 2026 yang setiap tahunnya menyerap anggaran sekitar Rp300 juta dari APBD.

Pada malam grand final di salah satu hotel di Banjarbaru, panitia menetapkan Nazril Wafa sebagai Nanang 2026 dan Ayu Zahra sebagai Galuh 2026. Keduanya terpilih setelah mengikuti serangkaian tahapan seleksi dan karantina.

Namun, Kepala Disbudporapar Kabupaten Banjar, Irwan Jaya, menilai keberadaan duta wisata harus memberikan dampak yang lebih nyata bagi sektor pariwisata. Menurutnya, promosi tidak boleh hanya terpusat pada destinasi yang sudah populer. Namun juga harus menyasar objek wisata yang selama ini belum berkembang.

Ia menyebut sejumlah destinasi seperti Bukit Matang Kaladan, Bukit Batu, hingga objek wisata lain yang sempat vakum perlu kembali mereka kenalkan kepada masyarakat melalui peran aktif Nanang dan Galuh.

“Kami berharap Nanang dan Galuh tidak hanya menjadi ikon. Namun juga mampu menghidupkan kembali destinasi wisata yang kurang berkembang. Sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan,” kata Irwan Jaya.

Selain itu, Irwan mengungkapkan pemilihan Nanang dan Galuh setiap tahun menghabiskan anggaran sekitar Rp300 juta. Sumber dananya berasal dari APBD Kabupaten Banjar. Oleh sebab itu, ia berharap investasi tersebut menghasilkan manfaat yang terukur bagi pengembangan pariwisata daerah.

Menurutnya, para duta wisata harus mampu menghadirkan inovasi promosi. Selain itu juga memperluas jangkauan pemasaran destinasi. Tak kalah penting mereka ikut mendorong lahirnya tujuan wisata baru yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Banjar.

Baca juga  Anak Yatim di Balangan Gratis Sekolah hingga Kuliah, Program Mulai Juli 2026

Penulis/Reporter: Sairi