fokus6.net, TANAH LAUT – Misteri tersesatnya empat mahasiswi di kawasan wisata Gunung Birah, Desa Kandangan Lama, Kecamatan Panyipatan, akhirnya terungkap. Keempat mahasiswi itu ternyata mengikuti pita merah yang mereka kira sebagai penanda jalur menuju puncak.

Padahal, pita tersebut tidak berfungsi sebagai petunjuk pendakian. Warga sebelumnya memasang pita merah itu untuk menandai lokasi kegiatan penanaman pohon.

Akibat kesalahan tersebut, rombongan keluar dari jalur resmi. Selanjutnya, mereka terus berjalan mengikuti arah pita hingga kehilangan orientasi.

Kapolres Tanahlaut AKBP Ricky Boy Siallagan melalui Kapolsek Panyipatan Iptu Wanda Satriadi mengatakan empat wisatawan tersebut berinisial SR (19), NS (19), SNA (19), dan M (19).

Keempatnya merupakan mahasiswi asal Banjarmasin yang datang ke Gunung Birah untuk melakukan pendakian tektok dan menikmati matahari terbenam dari puncak.

“Mereka tiba sekitar pukul 15.00 Wita dan mulai mendaki dari base camp sekitar pukul 16.00 Wita,” kata Wanda, Senin (22/6/2026).

Saat perjalanan berlangsung, rombongan menemukan sejumlah pita merah yang terikat di beberapa pohon. Karena mengira pita itu merupakan penanda jalur, mereka kemudian mengikuti arah tersebut.

Namun, keputusan itu justru membawa mereka menjauh dari rute resmi pendakian.

Seiring bertambah gelapnya cuaca, rombongan mulai menyadari telah tersesat. Sekitar pukul 19.30 Wita, salah satu anggota kelompok kemudian menghubungi pihak base camp untuk meminta pertolongan.

Setelah menerima laporan, pengelola wisata bersama relawan langsung bergerak menuju lokasi pencarian.

Selanjutnya, tim menyisir kawasan perbukitan dan hutan di sekitar Gunung Birah.

Upaya tersebut membuahkan hasil sekitar pukul 22.00 Wita. Tim menemukan keempat mahasiswi dalam kondisi selamat meski berada di luar jalur pendakian.

Meski demikian, tim belum bisa langsung membawa mereka turun. Kondisi medan yang gelap dan cukup terjal membuat proses evakuasi berlangsung lebih hati-hati.

Baca juga  Ananda Mengaku Tak Tahu Anggaran Buah dan Susu Rp228 Juta, Akademisi ULM Sebut Tak Rasionalis

Empat Mahasiswi Berhasil Petugas Evakuasi

Karena itu, tim melanjutkan pendampingan hingga dini hari.

“Seluruh korban berhasil tiba di base camp sekitar pukul 02.30 Wita,” ujar Wanda.

Beruntung, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka serius.

Sebaliknya, keempat mahasiswi hanya mengalami kelelahan setelah berjam-jam berjalan di kawasan hutan.

Setelah beristirahat dan mendapat pendampingan dari relawan, mereka kemudian pulang ke rumah masing-masing di Banjarmasin.

Sementara itu, petugas kepolisian bersama pengelola wisata juga melakukan pendataan dan mengumpulkan keterangan terkait insiden tersebut.

Kapolsek memastikan seluruh proses pencarian hingga evakuasi berlangsung aman dan kondusif.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net