fokus6.net, HULU SUNGAI TENGAH — Warga resmi menutup kawasan Gunung Halau-Halau secara permanen. Keputusan ini lahir dari kesepakatan bersama untuk menjaga nilai sakral dan kelestarian alam.

Musyawarah berlangsung pada Jumat (1/5/2026) kemarin di Kantor Desa Hinas Kiri, Kecamatan Batang Alai Timur.

Aparat desa, tokoh masyarakat, Babinsa, kelompok sadar wisata, serta warga dari Desa Juhu dan Hinas Kiri hadir langsung dalam forum tersebut.

Mereka membahas kondisi kawasan gunung dan menyepakati langkah penutupan tanpa paksaan dari pihak manapun.

Sekretaris Desa Juhu, Rubi, menegaskan Gunung Halau-Halau memiliki nilai spiritual tinggi bagi masyarakat setempat.

“Gunung ini punya makna mendalam bagi kami. Warga merasa wajib menjaga dan melindunginya,” ujarnya Minggu (3/5/2026).

Masyarakat adat sejak lama menganggap kawasan ini sebagai tempat sakral. Mereka menjaga aturan adat yang mengikat aktivitas di sekitar gunung.

Warga tidak hanya mempertimbangkan aspek budaya. Mereka juga melihat potensi kerusakan lingkungan akibat aktivitas luar yang tidak terkendali.

Selama ini, pengunjung kerap datang ke kawasan tersebut. Namun, tidak semua memahami nilai adat dan batasan yang berlaku.

Karena itu, warga memilih langkah tegas dengan menutup akses demi menjaga keseimbangan alam.

Pemerintah desa bersama tokoh masyarakat segera menyosialisasikan keputusan ini kepada masyarakat luas. Mereka ingin semua pihak memahami alasan penutupan dan menghormatinya.

Warga berharap penutupan ini mampu menjaga warisan budaya sekaligus melindungi ekosistem Gunung Halau-Halau dalam jangka panjang.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net

Baca juga  Kapolda Kalsel Resmikan Pos Patroli Perairan di Danau Bangkau