fokus6.net, BANJARBARU — Perubahan pola pemilahan sampah Banjarbaru mulai terlihat di tingkat masyarakat melalui program MARKISA (Mari Kita Sedekah Sampah) di RT 33 RW 07, Kelurahan Syamsudin Noor.

Program komunitas yang sudah berjalan sekitar delapan bulan ini mengajak warga memilah sampah sejak dari rumah.

Setiap Minggu pagi warga mengumpulkan sampah non-organik untuk dikelola melalui bank sampah. Sementara itu sampah organik warga olah secara mandiri menggunakan komposter.

Ketua RT setempat, Yoni Setiawan, menjelaskan program ini bertujuan membangun kebiasaan baru di tengah masyarakat.

“Kami ingin membiasakan warga memilah sampah dari rumah. Sampah itu sebenarnya masih bisa dimanfaatkan jika dikelola dengan baik,” ujar Yoni.

Tantangan terbesar bukan pada sarana melainkan perubahan pola pikir masyarakat. Namun seiring waktu kesadaran warga mulai tumbuh dan partisipasi terus meningkat.

Harjad ke-27 Banjarbaru Perkuat Gerakan Pemilahan Sampah dari Sumber

Gerakan serupa mulai berkembang di berbagai wilayah lain di Banjarbaru melalui gotong royong rutin, pemilahan sampah rumah tangga, dan pembentukan sistem pengelolaan berbasis lingkungan.

Momentum Harjad ke-27 Kota Banjarbaru menjadi pendorong percepatan gerakan ini di seluruh kelurahan.

Pemko Banjarbaru terus mendorong setiap RT dan kelurahan menyusun strategi pengelolaan sampah sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

Lebih jauh, transformasi ini berawal dari kesadaran sederhana di tingkat rumah tangga menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net

Baca juga  Bonus Peraih Medali Turun, Atlet Banjarmasin Kecewa dan Merasa Perjuangan Tak Dihargai