Pendulang Emas Asal Hulu Sungai Tengah Ditemukan Meninggal di Sungai Kandilo
fokus6.net, HULU SUNGAI TENGAH – Seorang pendulang emas tradisional bernama Fitriadi (43), warga Desa Banua Binjai, Kecamatan Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, dilaporkan tenggelam saat beraktivitas di Sungai Kandilo, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser, Rabu (11/02/2026) sekitar pukul 17.30 WITA.
Peristiwa nahas itu terjadi ketika korban sedang melakukan aktivitas mendulang emas di wilayah RT 01 Desa Songka. Berdasarkan informasi, Fitriadi dugaannya kelelahan saat mencoba menyeberangi sungai yang memiliki arus cukup deras. Dalam kondisi tersebut, korban kehilangan keseimbangan dan akhirnya tenggelam.
Kapolres Paser AKBP Novy Adi Wibowo melalui Kapolsek Batu Sopang IPTU Agus Fahrur Rozi membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa korban petugas temukan setelah pencarian intensif oleh tim gabungan.
“Korban tim temukan pada Kamis sekitar pukul 10.00 WITA, berjarak kurang lebih 500 meter dari titik awal dugaan tenggelam,” ujar IPTU Agus Fahrur Rozi.
Sebelum hilang, korban menyeberangi sungai bersama seorang saksi bernama Boby Asmadi. Saat di tengah arus, korban dugaan kuat tidak mampu mempertahankan diri hingga akhirnya terseret dan menghilang dari permukaan air.
Sejak laporan kehilangan, proses pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Polsek Batu Sopang, Koramil Batu Sopang, Pol Airud Polres Paser, TNI AL, BPBD Paser, serta dukungan masyarakat setempat yang turut membantu penyisiran di sepanjang aliran sungai.
“Alhamdulillah, setelah upaya pencarian bersama, korban berhasil kita temukan. Selanjutnya langsung kami evakuasi ke Puskesmas Batu Sopang untuk dilakukan visum luar,” jelas IPTU Agus.
Pendulang Tenggelam, Keluarga Tolak Autopsi
Pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak akan menempuh jalur hukum. Mereka juga menolak pemeriksaan medis lanjutan maupun autopsi terhadap jenazah.
Dalam operasi pencarian, BPBD Kabupaten Hulu Sungai Tengah turut ambil bagian dengan berkoordinasi lintas wilayah. Tim dari HST berangkat untuk bergabung dengan unsur gabungan di lokasi kejadian.
Kepala pelaksana BPBD HST menyampaikan bahwa keikutsertaan pihaknya merupakan bentuk tanggung jawab terhadap warga daerahnya yang tertimpa musibah di luar wilayah.
“Begitu menerima informasi, kami langsung berkoordinasi dengan instansi terkait di Kabupaten Paser dan mengirimkan tim untuk membantu proses pencarian. Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap warga HST,” ujarnya.
Selain BPBD HST, Rescue Relawan Murakata juga menerjunkan personel untuk melakukan penyisiran di sekitar lokasi tenggelam. Kolaborasi antar instansi dan relawan akhirnya membuahkan hasil dengan penemuan korban setelah sempat hilang sejak Rabu sore.
Dengan penemuan Fitriadi, operasi pencarian resmi selesai. Pihak berwenang mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sungai, khususnya di area berarus deras, agar selalu mengutamakan keselamatan dan memperhatikan kondisi fisik saat bekerja.
Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net

Tinggalkan Balasan